• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi LPDP
      • Riset Kemitraan Internasional 2026
      • Dorongan Teknologi
      • Sinergi Prioritas BOPTN
      • Sinergi Strategi LPDP
      • Ajakan Industri Prioritas BOPTN
      • Ajakan Industri Startegis LPDP
      • Dorongan Teknologi (Tahun Kedua) BOPTN
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi BOPTN
      • Pengujian Produk LPDP
      • Bestari Saintek LPDP
      • Perpanjangan Pendaftaran SINERGI Batch 2 TEMATIK 2026
      • Kekayaan Intelektual Berdampak 2026
      • Program Pangan dan Hilirisasi BPDP 2026
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant
    • Dashboard Monitoring Hibah Direktorat Pengembangan Usaha tahun 2018-2026
    • Materi Sosialisasi/Workshop UGM STP
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

UGM Kembali Gelar GIFTS 2025, Pameran Inovasi dan Teknologi Berkelanjutan dari Industri dan Startup

  • Berita
  • 5 Desember 2025, 08.44
  • Oleh : roni_arifia

Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2025, di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Kamis (4/12). Dengan mengusung tema “Sustainable Technology for Future Earth”, memasuki tahun kedua penyelenggaraan penyelenggaraan GIFTS kali menampilkan inovasi berkelanjutan dari 43 mitra industri dan startup guna mendorong dialog interdisipliner, serta memperkuat kapasitas individu dan institusi.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menyampaikan GIFTS merupakan forum strategis untuk menemukan berbagai mitra global dalam inovasi, serta mendorong pengajuan riset dan pengembangan teknologi yang berdampak luas, berkelanjutan, dan bertanggung jawab bagi kepentingan bangsa. “Kegiatan ini bagian dari agenda Promoting Research and Innovation through Major and Decent Science and Technology Project, untuk memperkuat kapasitas sains dan teknologi di beberapa PKNBH, termasuk UGM,” ujar Danang.

Danang juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam mengadopsi inovasi yang dihasilkan para peneliti dan startup, serta mengapresiasi 43 mitra yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam berkolaborasi dengan para inovator UGM melalui program Innovative Academy. “Dengan tema yang diusung, kami berharap mampu memperkuat ekosistem inovasi UGM sebagai katalisator lahirnya inovasi baru dan startup yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Oki Earlivan Sampurno selaku Staf Khusus Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdiktisaintek turut menyoroti tantangan besar yang dihadapi ekosistem riset dan inovasi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa sejak dua dekade lalu, Indonesia telah berbicara tentang teknologi, inovasi, dan keberlanjutan, namun banyak hasil riset terjebak dalam hambatan sehingga gagal menjadi inovasi nyata. “Indonesia punya sumber daya alam, sumber daya manusia, serta inovator yang luar biasa, namun tidak semua riset dapat berkembang karena adanya perbedaan lingua franca antara akademisi dan industri. Hal inilah yang membuat investasi riset sering tidak berujung pada inovasi atau produk yang dapat di scale-up,” tutur Oki.

Oki menekankan bahwa salah satu peluang besar berada pada inovasi skala laboratorium yang banyak dimiliki akademisi. Menurutnya, inovasi tersebut dapat dikembangkan menjadi startup dan produk industri bila didukung modal dan kolaborasi yang tepat. Oki menyebut bahwa forum seperti GIFTS 2025 dapat menjadi ruang strategis bagi BUMKM, industri, investor, media, hingga mahasiswa untuk bersama-sama membangun teknologi kolektif yang menjawab kebutuhan industri, kebutuhan investor, serta permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Pada tahun kedua ini, GIFTS menghadirkan berbagai rangkaian acara yang dapat diikuti oleh peserta. GIFTS 2025 menghadirkan 2 Plenary Session, 2 Panel Session, Pameran Inovasi yang menampilkan produk, prototipe, serta layanan inovatif dari startup, perusahaan, dan tim riset universitas, serta berbagai Workshop.

Pada sesi plenary yang pertama, pembicara yang meliputi Irwansyah Panjaitan (Kementrian UMKM RI), Bayu Ardias Kurniadi (Asisten Staf Khusus Wapres), Oki Earlivan Sampurno (Staf Khusus Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdiktisaintek), Denni Puspa Purbasari (Dosen FEB UGM dan Economosit Indonesian Business Council), serta Muhammad Neil El Himam (Deputi Kreativitas Digital dan Teknologi – Ekraf) mengangkat pembicaraan bertema “Exploring Government Policy Insights: Designing a Sustainable Future Through Technology.” Dalam sesi tersebut Oki mengatakan, “Publikasi dan riset tentu penting di kampus memang penting,  tetapi yang sebenarnya ingin kita dorong adalah perubahan kerangka pikir tersebut. Jadi dari sekadar academic impact bisa menghasilkan social impact dan economic impact,” katanya.

Sementara pada sesi plenary yang kedua dibahas bagaimana industri dan universitas dapat menyelaraskan inovasi, riset, dan pengembangan talenta untuk menghadapi tantangan global di masa depan. Salman Subakat, CEO Paragon and Innovation, menyoroti bahwa UGM memiliki sumber daya yang kuat serta mahasiswa bertalenta yang mampu mendorong lahirnya inovasi. “Inovasi lahir dari semangat dan keberanian untuk menembus batas, demi menghasilkan sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan GIFTS 2025 kali ini, dilaksanakan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta pemberian penghargaan antara UGM dengan sebanyak 9 Venture Capital dan Perusahaan Pendanaan Investasi, 5 Asosiasi, dan 29 mitra dari pemerintahan maupun industri yang berkomitmen untuk mendukung upaya UGM dalam penguatan ekosistem inovasi dan startup. Penandatanganan ini menjadi momentum bagi UGM untuk meresmikan sinergi antara UGM Science Techno Park dan GIK sebagai “Ecosystem Builder for Innovation, Startup, and Venture.” Harapannya, peluncuran sinergi ini dapat menjadi katalis bagi terbangunnya platform kolaborasi yang lebih terintegrasi, lebih kompetitif secara global, dan mendorong lahirnya inisiatif-inisiatif inovatif yang berdampak luas bagi pembangunan ekosistem inovasi nasional.

Penulis : Lintang Andwyna
Editor   : Gusti Grehenson
Foto      : Firsto

Related Posts

Menjembatani Inovator dengan Dunia Industri

Berita Jumat, 25 September 2026

Universitas Gadjah Mada kembali akan menyelenggarakan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 mendatang di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

KhumKhum: Kisah Sukses Inovasi Startup Kuliner Berbasis Circular Economy dan Kemitraan Sosial dari Yogyakarta

Berita Senin, 7 September 2026

Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem startup dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, sektor pangan fungsional berkelanjutan kian menjadi perhatian besar.

Dirgahayu Indonesia ke-81

Dirgahayu Indonesia ke-81: Akselerasi Inovasi Energi, Pangan, dan Tata Kelola Data UGM Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Selasa, 18 Agustus 2026

Momen Dirgahayu Indonesia ke-81 menjadi semangat optimisme kita menuju target besar Indonesia Emas 2045. Pemerintah Indonesia secara intensif mendorong pelaksanaan RPJMN 2025-2029 yang berfokus pada delapan misi Asta Cita serta 17 program prioritas.

Startup Binaan Innovative Academy UGM, KhumKhum Terpilih dalam Product Placement Pilihan Busan, Korea Selatan

Berita Jumat, 14 Agustus 2026

Yogyakarta – KhumKhum, startup pangan olahan asal Kulon Progo yang diinkubasi oleh Innovative Academy Universitas Gadjah Mada (UGM), terpilih mengikuti program Product Placement Pilihan Busan (PPPB) yang digagas Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.

 

Melalui program tersebut, produk Jamur Crispy KhumKhum mendapat kesempatan untuk diperkenalkan melalui ruang khusus produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pilihan Menteri Perdagangan, Budi Santoso

 

PPPB yang di launching tanggal 12 Agustus 2026, merupakan program promosi berkala yang ditujukan bagi produk-produk UMKM yang telah melalui proses kurasi Kementerian Perdagangan.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju