Jakarta, 27 Oktober 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sejumlah inovasi unggulan dalam sesi Project Showcase Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta. Partisipasi ini menjadi langkah strategis UGM untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan investor dan pelaku industri sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan industri.
DTIIF 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, inovator, investor, dan pelaku industri untuk mendorong investasi berbasis teknologi serta mentransformasikan hasil penelitian menjadi produk komersial dan solusi industri bernilai tambah. Melalui forum ini, inovasi perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian dan pengembangan, tetapi berlanjut hingga pemanfaatan dan komersialisasi.
Inovasi yang ditampilkan UGM mencakup sektor energi, kesehatan, dan agroindustri, yang selaras dengan bidang-bidang strategis prioritas Danantara. Beragam teknologi tersebut merepresentasikan upaya UGM dalam menyelaraskan potensi riset dengan tantangan nyata industri, sekaligus membuka peluang kemitraan untuk pengembangan, investasi, dan penerapan inovasi pada skala yang lebih luas.
Energi: Integrasi Limbah, Bioetanol, dan Kendaraan Berbahan Bakar Fleksibel
Pada sektor energi, UGM menampilkan dua inovasi. Pertama, BioCane Nexus: Integrated Waste-to-Energy Technology for Sustainable Bioethanol Production, yang dikembangkan oleh Dr. Lisendra Marbelia dari Fakultas Teknik. Inovasi ini menawarkan teknologi pengolahan vinasse, yaitu limbah cair industri bioetanol, menjadi biogas melalui proses anaerobik termofilik. Pemanfaatan biogas tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi energi pabrik bioetanol sekaligus menggantikan sebagian penggunaan batu bara dengan energi terbarukan.
Kedua, inovasi Fleximo, kendaraan sepeda motor berbahan bakar fleksibel bensin–bioetanol yang dikembangkan oleh Prof. Gesang Nugroho dari Fakultas Teknik. Teknologi ini membuka peluang diversifikasi bahan bakar transportasi dan memperluas pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi.
Kesehatan: Inovasi Farmasi dan Teknologi Skrining TB Berbasis AI
Pada sektor kesehatan, UGM menampilkan tiga inovasi yang berfokus pada pengembangan teknologi farmasi, keamanan pangan, dan deteksi penyakit.
Dr. Ronny Martien dari Fakultas Farmasi memperkenalkan teknologi formulasi eksosom untuk pengembangan terapi penyakit degeneratif. Sementara itu, Dr. Setyowati Triastuti Utami, juga dari Fakultas Farmasi, menampilkan Bioshield-Kit, solusi yang dikembangkan untuk membantu mencegah dan mengendalikan risiko keracunan makanan, termasuk mendukung peningkatan keamanan dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inovasi lainnya adalah pengembangan sensor dan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk skrining tuberkulosis. Riset ini melibatkan Dr. Dian Kesumapramudya dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Yuliyan Dwi Prabowo dan Dr. Mardhani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati dari FK-KMK. Kolaborasi lintas disiplin ini mengintegrasikan teknologi sensor dan AI untuk mendukung pengembangan metode skrining tuberkulosis secara cepat dengan biaya yang terjangkau.
Agroindustri: AI Generatif dan Integrasi Rantai Nilai Nyamplung
Di sektor agroindustri, UGM memperkenalkan dua inovasi yang menghubungkan penguatan kapasitas industri kecil/menengah dengan pemanfaatan sumber daya hayati dalam ekosistem sirkular.
Prof. Mirwan Ushada dari Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan sistem berbasis AI generatif untuk membantu pelaku industri kecil dan menengah dalam proses pembelajaran dan pengembangan inovasi produk melalui metodologi Rekayasa Kansei. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menerjemahkan preferensi dan persepsi konsumen menjadi rancangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, Dr. Dimas Hand Vidya Paradhipta dari Fakultas Peternakan menampilkan inovasi pemanfaatan bungkil nyamplung sebagai bahan pakan ternak. Pengembangan ini diarahkan untuk mengintegrasikan ekosistem nyamplung sebagai sumber bahan baku energi dan bahan kimia terbarukan dengan ekosistem produksi protein nasional, sehingga membuka peluang pemanfaatan biomassa secara lebih terpadu dan bernilai tambah.
Perkuat Kolaborasi untuk Mempercepat Hilirisasi Inovasi
Selain menampilkan inovasi, dalam DTIIF 2026 UGM bersama 32 perguruan tinggi lainnya dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman dengan Chief Technology Officer Danantara untuk memperkuat kolaborasi dalam hilirisasi inovasi pada bidang-bidang prioritas Danantara.
Kesepakatan ini menjadi landasan untuk mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian dengan kebutuhan teknologi, tantangan operasional, serta arah investasi industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan bersama, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong komersialisasi hasil riset menjadi produk serta solusi industri yang kompetitif.
Bagi UGM, partisipasi dalam DTIIF 2026 menegaskan pentingnya pendekatan hilirisasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan industri. Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kebaruan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab persoalan nyata, memenuhi kebutuhan pengguna, dan menciptakan nilai ekonomi serta dampak sosial yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara universitas, lembaga riset, investor, dan industri, UGM mendorong transformasi hasil riset dari laboratorium menuju penerapan nyata, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun industri nasional berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Jakarta, 27 Oktober 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sejumlah inovasi unggulan dalam sesi Project Showcase Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta. Partisipasi ini menjadi langkah strategis UGM untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan investor dan pelaku industri sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan industri.
DTIIF 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, inovator, investor, dan pelaku industri untuk mendorong investasi berbasis teknologi serta mentransformasikan hasil penelitian menjadi produk komersial dan solusi industri bernilai tambah. Melalui forum ini, inovasi perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian dan pengembangan, tetapi berlanjut hingga pemanfaatan dan komersialisasi.
Inovasi yang ditampilkan UGM mencakup sektor energi, kesehatan, dan agroindustri, yang selaras dengan bidang-bidang strategis prioritas Danantara. Beragam teknologi tersebut merepresentasikan upaya UGM dalam menyelaraskan potensi riset dengan tantangan nyata industri, sekaligus membuka peluang kemitraan untuk pengembangan, investasi, dan penerapan inovasi pada skala yang lebih luas.
Energi: Integrasi Limbah, Bioetanol, dan Kendaraan Berbahan Bakar Fleksibel
Pada sektor energi, UGM menampilkan dua inovasi. Pertama, BioCane Nexus: Integrated Waste-to-Energy Technology for Sustainable Bioethanol Production, yang dikembangkan oleh Dr. Lisendra Marbelia dari Fakultas Teknik. Inovasi ini menawarkan teknologi pengolahan vinasse, yaitu limbah cair industri bioetanol, menjadi biogas melalui proses anaerobik termofilik. Pemanfaatan biogas tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi energi pabrik bioetanol sekaligus menggantikan sebagian penggunaan batu bara dengan energi terbarukan.
Kedua, inovasi Fleximo, kendaraan sepeda motor berbahan bakar fleksibel bensin–bioetanol yang dikembangkan oleh Prof. Gesang Nugroho dari Fakultas Teknik. Teknologi ini membuka peluang diversifikasi bahan bakar transportasi dan memperluas pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi.
Kesehatan: Inovasi Farmasi dan Teknologi Skrining TB Berbasis AI
Pada sektor kesehatan, UGM menampilkan tiga inovasi yang berfokus pada pengembangan teknologi farmasi, keamanan pangan, dan deteksi penyakit.
Dr. Ronny Martien dari Fakultas Farmasi memperkenalkan teknologi formulasi eksosom untuk pengembangan terapi penyakit degeneratif. Sementara itu, Dr. Setyowati Triastuti Utami, juga dari Fakultas Farmasi, menampilkan Bioshield-Kit, solusi yang dikembangkan untuk membantu mencegah dan mengendalikan risiko keracunan makanan, termasuk mendukung peningkatan keamanan dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inovasi lainnya adalah pengembangan sensor dan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk skrining tuberkulosis. Riset ini melibatkan Dr. Dian Kesumapramudya dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Yuliyan Dwi Prabowo dan Dr. Mardhani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati dari FK-KMK. Kolaborasi lintas disiplin ini mengintegrasikan teknologi sensor dan AI untuk mendukung pengembangan metode skrining tuberkulosis secara cepat dengan biaya yang terjangkau.
Agroindustri: AI Generatif dan Integrasi Rantai Nilai Nyamplung
Di sektor agroindustri, UGM memperkenalkan dua inovasi yang menghubungkan penguatan kapasitas industri kecil/menengah dengan pemanfaatan sumber daya hayati dalam ekosistem sirkular.
Prof. Mirwan Ushada dari Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan sistem berbasis AI generatif untuk membantu pelaku industri kecil dan menengah dalam proses pembelajaran dan pengembangan inovasi produk melalui metodologi Rekayasa Kansei. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menerjemahkan preferensi dan persepsi konsumen menjadi rancangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sementara itu, Dr. Dimas Hand Vidya Paradhipta dari Fakultas Peternakan menampilkan inovasi pemanfaatan bungkil nyamplung sebagai bahan pakan ternak. Pengembangan ini diarahkan untuk mengintegrasikan ekosistem nyamplung sebagai sumber bahan baku energi dan bahan kimia terbarukan dengan ekosistem produksi protein nasional, sehingga membuka peluang pemanfaatan biomassa secara lebih terpadu dan bernilai tambah.
Perkuat Kolaborasi untuk Mempercepat Hilirisasi Inovasi
Selain menampilkan inovasi, dalam DTIIF 2026 UGM bersama 32 perguruan tinggi lainnya dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman dengan Chief Technology Officer Danantara untuk memperkuat kolaborasi dalam hilirisasi inovasi pada bidang-bidang prioritas Danantara.

Kesepakatan ini menjadi landasan untuk mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian dengan kebutuhan teknologi, tantangan operasional, serta arah investasi industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan bersama, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong komersialisasi hasil riset menjadi produk serta solusi industri yang kompetitif.
Bagi UGM, partisipasi dalam DTIIF 2026 menegaskan pentingnya pendekatan hilirisasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan industri. Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kebaruan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab persoalan nyata, memenuhi kebutuhan pengguna, dan menciptakan nilai ekonomi serta dampak sosial yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara universitas, lembaga riset, investor, dan industri, UGM mendorong transformasi hasil riset dari laboratorium menuju penerapan nyata, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun industri nasional berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Penulis : UGM STP
Editor : UGM STP
Foto : Dok UGM STP