• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi LPDP
      • Riset Kemitraan Internasional 2026
      • Dorongan Teknologi
      • Sinergi Prioritas BOPTN
      • Sinergi Strategi LPDP
      • Ajakan Industri Prioritas BOPTN
      • Ajakan Industri Startegis LPDP
      • Dorongan Teknologi (Tahun Kedua) BOPTN
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi BOPTN
      • Pengujian Produk LPDP
      • Bestari Saintek LPDP
      • Perpanjangan Pendaftaran SINERGI Batch 2 TEMATIK 2026
      • Kekayaan Intelektual Berdampak 2026
      • Program Pangan dan Hilirisasi BPDP 2026
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant
    • Dashboard Monitoring Hibah Direktorat Pengembangan Usaha tahun 2018-2026
    • Materi Sosialisasi/Workshop UGM STP
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

UGM Tampilkan Inovasi Unggulan di Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, Perkuat Hilirisasi Riset ke Industri

  • Berita
  • 30 Oktober 2026, 07.03
  • Oleh : roni_arifia

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sejumlah inovasi unggulan dalam sesi Project Showcase Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta. Partisipasi ini menjadi langkah strategis UGM untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan investor dan pelaku industri sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan industri.

DTIIF 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, inovator, investor, dan pelaku industri untuk mendorong investasi berbasis teknologi serta mentransformasikan hasil penelitian menjadi produk komersial dan solusi industri bernilai tambah. Melalui forum ini, inovasi perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian dan pengembangan, tetapi berlanjut hingga pemanfaatan dan komersialisasi.

Inovasi yang ditampilkan UGM mencakup sektor energi, kesehatan, dan agroindustri, yang selaras dengan bidang-bidang strategis prioritas Danantara. Beragam teknologi tersebut merepresentasikan upaya UGM dalam menyelaraskan potensi riset dengan tantangan nyata industri, sekaligus membuka peluang kemitraan untuk pengembangan, investasi, dan penerapan inovasi pada skala yang lebih luas.

Energi: Integrasi Limbah, Bioetanol, dan Kendaraan Berbahan Bakar Fleksibel

Pada sektor energi, UGM menampilkan dua inovasi. Pertama, BioCane Nexus: Integrated Waste-to-Energy Technology for Sustainable Bioethanol Production, yang dikembangkan oleh Dr. Lisendra Marbelia dari Fakultas Teknik. Inovasi ini menawarkan teknologi pengolahan vinasse, yaitu limbah cair industri bioetanol, menjadi biogas melalui proses anaerobik termofilik. Pemanfaatan biogas tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi energi pabrik bioetanol sekaligus menggantikan sebagian penggunaan batu bara dengan energi terbarukan.

Kedua, inovasi Fleximo, kendaraan sepeda motor berbahan bakar fleksibel bensin–bioetanol yang dikembangkan oleh Prof. Gesang Nugroho dari Fakultas Teknik. Teknologi ini membuka peluang diversifikasi bahan bakar transportasi dan memperluas pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi.

Kesehatan: Inovasi Farmasi dan Teknologi Skrining TB Berbasis AI

Pada sektor kesehatan, UGM menampilkan tiga inovasi yang berfokus pada pengembangan teknologi farmasi, keamanan pangan, dan deteksi penyakit.

Dr. Ronny Martien dari Fakultas Farmasi memperkenalkan teknologi formulasi eksosom untuk pengembangan terapi penyakit degeneratif. Sementara itu, Dr. Setyowati Triastuti Utami, juga dari Fakultas Farmasi, menampilkan Bioshield-Kit, solusi yang dikembangkan untuk membantu mencegah dan mengendalikan risiko keracunan makanan, termasuk mendukung peningkatan keamanan dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Inovasi lainnya adalah pengembangan sensor dan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk skrining tuberkulosis. Riset ini melibatkan Dr. Dian Kesumapramudya dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Yuliyan Dwi Prabowo dan Dr. Mardhani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati dari FK-KMK. Kolaborasi lintas disiplin ini mengintegrasikan teknologi sensor dan AI untuk mendukung pengembangan metode skrining tuberkulosis secara cepat dengan biaya yang terjangkau.

Agroindustri: AI Generatif dan Integrasi Rantai Nilai Nyamplung

Di sektor agroindustri, UGM memperkenalkan dua inovasi yang menghubungkan penguatan kapasitas industri kecil/menengah dengan pemanfaatan sumber daya hayati dalam ekosistem sirkular.

Prof. Mirwan Ushada dari Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan sistem berbasis AI generatif untuk membantu pelaku industri kecil dan menengah dalam proses pembelajaran dan pengembangan inovasi produk melalui metodologi Rekayasa Kansei. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menerjemahkan preferensi dan persepsi konsumen menjadi rancangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sementara itu, Dr. Dimas Hand Vidya Paradhipta dari Fakultas Peternakan menampilkan inovasi pemanfaatan bungkil nyamplung sebagai bahan pakan ternak. Pengembangan ini diarahkan untuk mengintegrasikan ekosistem nyamplung sebagai sumber bahan baku energi dan bahan kimia terbarukan dengan ekosistem produksi protein nasional, sehingga membuka peluang pemanfaatan biomassa secara lebih terpadu dan bernilai tambah.

Perkuat Kolaborasi untuk Mempercepat Hilirisasi Inovasi

Selain menampilkan inovasi, dalam DTIIF 2026 UGM bersama 32 perguruan tinggi lainnya dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman dengan Chief Technology Officer Danantara untuk memperkuat kolaborasi dalam hilirisasi inovasi pada bidang-bidang prioritas Danantara.

 

Kesepakatan ini menjadi landasan untuk mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian dengan kebutuhan teknologi, tantangan operasional, serta arah investasi industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan bersama, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong komersialisasi hasil riset menjadi produk serta solusi industri yang kompetitif.

Bagi UGM, partisipasi dalam DTIIF 2026 menegaskan pentingnya pendekatan hilirisasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan industri. Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kebaruan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab persoalan nyata, memenuhi kebutuhan pengguna, dan menciptakan nilai ekonomi serta dampak sosial yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara universitas, lembaga riset, investor, dan industri, UGM mendorong transformasi hasil riset dari laboratorium menuju penerapan nyata, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun industri nasional berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sejumlah inovasi unggulan dalam sesi Project Showcase Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta. Partisipasi ini menjadi langkah strategis UGM untuk memperluas jejaring kolaborasi dengan investor dan pelaku industri sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan industri.

DTIIF 2026 merupakan forum strategis yang mempertemukan perguruan tinggi, lembaga riset, inovator, investor, dan pelaku industri untuk mendorong investasi berbasis teknologi serta mentransformasikan hasil penelitian menjadi produk komersial dan solusi industri bernilai tambah. Melalui forum ini, inovasi perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian dan pengembangan, tetapi berlanjut hingga pemanfaatan dan komersialisasi.

Inovasi yang ditampilkan UGM mencakup sektor energi, kesehatan, dan agroindustri, yang selaras dengan bidang-bidang strategis prioritas Danantara. Beragam teknologi tersebut merepresentasikan upaya UGM dalam menyelaraskan potensi riset dengan tantangan nyata industri, sekaligus membuka peluang kemitraan untuk pengembangan, investasi, dan penerapan inovasi pada skala yang lebih luas.

Energi: Integrasi Limbah, Bioetanol, dan Kendaraan Berbahan Bakar Fleksibel

Pada sektor energi, UGM menampilkan dua inovasi. Pertama, BioCane Nexus: Integrated Waste-to-Energy Technology for Sustainable Bioethanol Production, yang dikembangkan oleh Dr. Lisendra Marbelia dari Fakultas Teknik. Inovasi ini menawarkan teknologi pengolahan vinasse, yaitu limbah cair industri bioetanol, menjadi biogas melalui proses anaerobik termofilik. Pemanfaatan biogas tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi energi pabrik bioetanol sekaligus menggantikan sebagian penggunaan batu bara dengan energi terbarukan.

Kedua, inovasi Fleximo, kendaraan sepeda motor berbahan bakar fleksibel bensin–bioetanol yang dikembangkan oleh Prof. Gesang Nugroho dari Fakultas Teknik. Teknologi ini membuka peluang diversifikasi bahan bakar transportasi dan memperluas pemanfaatan bioetanol sebagai bagian dari upaya mendorong transisi energi.

Kesehatan: Inovasi Farmasi dan Teknologi Skrining TB Berbasis AI

Pada sektor kesehatan, UGM menampilkan tiga inovasi yang berfokus pada pengembangan teknologi farmasi, keamanan pangan, dan deteksi penyakit.

Dr. Ronny Martien dari Fakultas Farmasi memperkenalkan teknologi formulasi eksosom untuk pengembangan terapi penyakit degeneratif. Sementara itu, Dr. Setyowati Triastuti Utami, juga dari Fakultas Farmasi, menampilkan Bioshield-Kit, solusi yang dikembangkan untuk membantu mencegah dan mengendalikan risiko keracunan makanan, termasuk mendukung peningkatan keamanan dalam rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Inovasi lainnya adalah pengembangan sensor dan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk skrining tuberkulosis. Riset ini melibatkan Dr. Dian Kesumapramudya dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Yuliyan Dwi Prabowo dan Dr. Mardhani dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Dr. Antonia Morita Iswari Saktiawati dari FK-KMK. Kolaborasi lintas disiplin ini mengintegrasikan teknologi sensor dan AI untuk mendukung pengembangan metode skrining tuberkulosis secara cepat dengan biaya yang terjangkau.

Agroindustri: AI Generatif dan Integrasi Rantai Nilai Nyamplung

Di sektor agroindustri, UGM memperkenalkan dua inovasi yang menghubungkan penguatan kapasitas industri kecil/menengah dengan pemanfaatan sumber daya hayati dalam ekosistem sirkular.

Prof. Mirwan Ushada dari Fakultas Teknologi Pertanian mengembangkan sistem berbasis AI generatif untuk membantu pelaku industri kecil dan menengah dalam proses pembelajaran dan pengembangan inovasi produk melalui metodologi Rekayasa Kansei. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha menerjemahkan preferensi dan persepsi konsumen menjadi rancangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

Sementara itu, Dr. Dimas Hand Vidya Paradhipta dari Fakultas Peternakan menampilkan inovasi pemanfaatan bungkil nyamplung sebagai bahan pakan ternak. Pengembangan ini diarahkan untuk mengintegrasikan ekosistem nyamplung sebagai sumber bahan baku energi dan bahan kimia terbarukan dengan ekosistem produksi protein nasional, sehingga membuka peluang pemanfaatan biomassa secara lebih terpadu dan bernilai tambah.

Perkuat Kolaborasi untuk Mempercepat Hilirisasi Inovasi

Selain menampilkan inovasi, dalam DTIIF 2026 UGM bersama 32 perguruan tinggi lainnya dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menandatangani nota kesepahaman dengan Chief Technology Officer Danantara untuk memperkuat kolaborasi dalam hilirisasi inovasi pada bidang-bidang prioritas Danantara.

Kesepakatan ini menjadi landasan untuk mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi dan lembaga penelitian dengan kebutuhan teknologi, tantangan operasional, serta arah investasi industri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan bersama, mempercepat adopsi teknologi, dan mendorong komersialisasi hasil riset menjadi produk serta solusi industri yang kompetitif.

Bagi UGM, partisipasi dalam DTIIF 2026 menegaskan pentingnya pendekatan hilirisasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar dan industri. Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kebaruan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya menjawab persoalan nyata, memenuhi kebutuhan pengguna, dan menciptakan nilai ekonomi serta dampak sosial yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara universitas, lembaga riset, investor, dan industri, UGM mendorong transformasi hasil riset dari laboratorium menuju penerapan nyata, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun industri nasional berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Penulis : UGM STP
Editor : UGM STP
Foto : Dok  UGM STP

Related Posts

Perkuat Hilirisasi Riset, UGM Pertemukan Peneliti dan Industri Lewat GIFTS

Berita Senin, 26 Oktober 2026

Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga kebermanfaatannya bagi masyarakat dan lingkungan serta dunia usaha. Oleh karena itu, pengembangan riset perlu berjalan seiring dengan kolaborasi berbagai pihak dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.

Hal itu mengemuka dalam pembukaan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 21–22 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Menjembatani Inovator dengan Dunia Industri

Berita Jumat, 25 September 2026

Universitas Gadjah Mada kembali akan menyelenggarakan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 mendatang di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

KhumKhum: Kisah Sukses Inovasi Startup Kuliner Berbasis Circular Economy dan Kemitraan Sosial dari Yogyakarta

Berita Senin, 7 September 2026

Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem startup dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, sektor pangan fungsional berkelanjutan kian menjadi perhatian besar.

Dirgahayu Indonesia ke-81

Dirgahayu Indonesia ke-81: Akselerasi Inovasi Energi, Pangan, dan Tata Kelola Data UGM Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Selasa, 18 Agustus 2026

Momen Dirgahayu Indonesia ke-81 menjadi semangat optimisme kita menuju target besar Indonesia Emas 2045. Pemerintah Indonesia secara intensif mendorong pelaksanaan RPJMN 2025-2029 yang berfokus pada delapan misi Asta Cita serta 17 program prioritas.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju