• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi LPDP
      • Riset Kemitraan Internasional 2026
      • Dorongan Teknologi
      • Sinergi Prioritas BOPTN
      • Sinergi Strategi LPDP
      • Ajakan Industri Prioritas BOPTN
      • Ajakan Industri Startegis LPDP
      • Dorongan Teknologi (Tahun Kedua) BOPTN
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi BOPTN
      • Pengujian Produk LPDP
      • Bestari Saintek LPDP
      • Perpanjangan Pendaftaran SINERGI Batch 2 TEMATIK 2026
      • Kekayaan Intelektual Berdampak 2026
      • Program Pangan dan Hilirisasi BPDP 2026
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant
    • Dashboard Monitoring Hibah Direktorat Pengembangan Usaha tahun 2018-2026
    • Materi Sosialisasi/Workshop UGM STP
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

Mengenal Riset Sejak Sekolah: Bagaimana Research Camp dan Research Partnership Membuka Akses Pelajar ke Dunia Sains

  • Berita
  • 4 November 2026, 06.15
  • Oleh : roni_arifia

Fumalife sebagai Perusahaan rintisan binaan Innovatif Academi dimana innovafit academy adalah program inkubasi kewirausahaan besutan Direktorat Pengemabnagn Usaha melalui Science Techno Park. Membagikan pengalaman bahwa riset tidak harus menunggu bangku kuliah selesai. Melalui program pembelajaran berbasis penelitian dan kolaborasi akademik, pelajar dapat mulai mengenal proses ilmiah, mengeksplorasi teknologi, dan mengembangkan gagasan sejak dini.

Riset sains sering kali diasosiasikan dengan perguruan tinggi, laboratorium profesional, dan para peneliti yang telah menempuh pendidikan tinggi. Padahal, pengenalan terhadap proses penelitian dapat dimulai sejak sekolah menengah. Dengan pendekatan pembelajaran yang tepat, pelajar dapat mulai memahami bagaimana pertanyaan ilmiah dikembangkan menjadi gagasan, diuji berdasarkan bukti, dan disampaikan secara sistematis.

Pengalaman ini semakin relevan di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence atau AI), keamanan siber, nanoteknologi, dan robotika. Berbagai bidang tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan teknologi, tetapi juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengeksplorasi sains melalui pengalaman belajar yang lebih aplikatif.

Namun, mengenal riset tidak cukup hanya melalui teori di ruang kelas. Pelajar juga perlu mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan akademisi, memahami penggunaan fasilitas laboratorium, serta mencoba mengembangkan proyek berdasarkan konsep ilmiah yang dipelajari.

Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fokus Fumalife melalui layanan Research Bootcamp dan Research Partnership, yang dirancang untuk mendekatkan proses penelitian dengan pengalaman belajar dan pengembangan pengetahuan.

Research Camp: Mengenalkan Proses Riset melalui Pengalaman Langsung

Salah satu cara untuk memperkenalkan penelitian kepada pelajar adalah melalui program intensif yang menggabungkan pembelajaran konseptual, praktik, diskusi, dan pengembangan proyek ilmiah.

Melalui layanan Science Research Camp, Fumalife menghadirkan pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta mengenal proses riset secara lebih dekat. Alih-alih hanya mempelajari teori, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi bidang tertentu, berdiskusi dengan mentor, memahami penerapan konsep ilmiah, dan mengembangkan gagasan berdasarkan pengetahuan yang diperoleh.

Pendekatan berbasis pengalaman ini membantu peserta memahami bahwa penelitian bukan sekadar kegiatan menghasilkan penemuan. Prosesnya juga mencakup identifikasi masalah, pencarian referensi, penyusunan metode, pengujian gagasan, analisis hasil, dan komunikasi ilmiah.

Research Bootcamp juga dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk mengeksplorasi minat sebelum menentukan pilihan pendidikan lebih lanjut. Dengan mengenal berbagai disiplin ilmu dan penerapannya, peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai bidang yang ingin dipelajari.

Salah satu contoh penerapan pendekatan tersebut adalah Science Research Camp (SRC) 2026, yang diselenggarakan Fumalife Research Academy bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada (FMIPA UGM).

“Melalui SRC 2026, kami ingin membuktikan bahwa riset ilmiah bukan sekadar konsumsi mahasiswa, melainkan bisa dimulai sejak sekolah menengah. Dengan terjun langsung ke laboratorium kampus, para peserta tidak hanya memahami sains secara mendalam, tetapi juga terbiasa berpikir kritis dan solutif. Kami berharap pengalaman ini menjadi pijakan awal bagi lahirnya para peneliti muda Indonesia.” ujar CEO & Founder Fumalife Hanif Khoirudin, S.Si., M.Sc. 

Program ini mempertemukan pelajar SMA dan sederajat dari berbagai daerah di Indonesia dalam pembelajaran yang mencakup tiga bidang, yaitu AI and Cybersecurity, Nanomaterials and Nanotechnology, serta Robotics and Instrumentation.

Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kuliah umum, demonstrasi eksperimen, pengenalan keselamatan kerja laboratorium, tur laboratorium, serta sesi pembelajaran bersama dosen dan mentor. Mereka juga mengembangkan proyek akhir berdasarkan bidang yang dipelajari.

Dalam bidang nanomaterial dan teknologi sensor, peserta diperkenalkan pada perspektif penelitian Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Bidang kecerdasan artifisial melibatkan Rifki Afina Putri, S.T., M.S., Ph.D., dengan kepakaran dalam pemrosesan bahasa alami. Sementara itu, bidang robotika dan sistem otonom didukung oleh Dr. Oskar Natan dari Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM.

Melalui pengalaman tersebut, peserta tidak hanya mempelajari konsep sains, tetapi juga mengenal bagaimana pengetahuan ilmiah dikembangkan dan diterapkan untuk menjawab permasalahan nyata.

Research Partnership: Menghubungkan Pembelajaran dengan Keahlian Akademik

Selain program pembelajaran langsung, pengembangan riset juga membutuhkan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, akademisi, peneliti, dan organisasi yang memiliki kebutuhan atau tujuan penelitian tertentu.

Melalui layanan Research Partnership, Fumalife dapat diposisikan sebagai penghubung bagi kolaborasi yang bertujuan memperluas akses terhadap pengetahuan, keahlian akademik, dan pengalaman penelitian.

Kolaborasi semacam ini berpotensi membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan program berbasis sains, serta keterlibatan akademisi dalam kegiatan pendidikan dan penelitian. Bagi institusi pendidikan, kemitraan dapat membantu memperkaya pengalaman belajar peserta melalui interaksi dengan pihak yang memiliki keahlian di bidang tertentu.

Bagi pelajar, lingkungan kolaboratif memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana penelitian berlangsung di luar pembelajaran formal. Mereka dapat mengenal berbagai perspektif, memahami tantangan dalam proses penelitian, dan mempelajari pentingnya kerja sama dalam mengembangkan gagasan ilmiah.

Kolaborasi dengan FMIPA UGM dalam penyelenggaraan Science Research Camp 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana keterlibatan institusi akademik dapat mendukung pengenalan riset kepada pelajar.

Melalui kolaborasi tersebut, peserta dapat belajar langsung dari akademisi dengan latar belakang penelitian yang beragam, mulai dari nanomaterial hingga kecerdasan artifisial dan robotika.

Dari Gagasan Menjadi Proyek Ilmiah

Salah satu aspek penting dalam pembelajaran berbasis riset adalah memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Dalam Science Research Camp 2026, peserta mengembangkan proyek akhir secara berkelompok berdasarkan bidang pembelajaran masing-masing. Proyek tersebut dapat berupa gagasan solusi, rancangan teknologi, usulan metode, maupun pengembangan berdasarkan eksperimen yang dipelajari.

Proses ini mendorong peserta untuk mengidentifikasi masalah, mencari referensi ilmiah, menyusun dasar pemikiran, dan mempertimbangkan kelayakan gagasan. Mereka kemudian mempresentasikan hasilnya dan menjawab pertanyaan mengenai ide yang dikembangkan.

Penilaian proyek mempertimbangkan kejelasan masalah, dasar ilmiah, kreativitas, kelayakan solusi, potensi manfaat, kualitas presentasi, serta kemampuan menjawab pertanyaan.

Pengalaman tersebut membantu peserta memahami bahwa gagasan ilmiah perlu disertai alasan yang jelas dan landasan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Mereka juga belajar membedakan hasil eksperimen, informasi dari referensi, dan usulan yang masih memerlukan pengujian lebih lanjut.

Kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian menjadi bagian penting dari proses ini. Sebuah gagasan perlu disampaikan secara runtut agar dapat dipahami, dievaluasi, dan dikembangkan lebih jauh oleh orang lain.

Mengapresiasi Capaian dan Inovasi Peserta

Sebagai bentuk apresiasi terhadap proses pembelajaran dan hasil pengembangan proyek, Science Research Camp (SRC) 2026 juga memberikan penghargaan kepada peserta yang menunjukkan pencapaian terbaik dalam sejumlah kategori. Penghargaan ini mencakup capaian individu berdasarkan bidang penelitian maupun kemampuan tim dalam mempresentasikan proyek ilmiah.

Pada kategori individu, penghargaan The Best Overall Participant diberikan kepada Zidni Nasywa Syarif dari SMA 1 Yogyakarta. Sementara itu, kategori Best AI & Cyber Security Innovator diraih oleh Delin Anggraeni dari SMAN Banua Kalsel. Untuk bidang nanomaterial dan nanoteknologi, penghargaan Best Nanomaterial & Nanotechnology Researcher diberikan kepada Kiyoshi Nathan P dari SMA 2 Yogyakarta. Adapun kategori Best Robotics & Instrumentation Engineer diraih oleh Shafa Haura Patra dari SMAI Al-Azhar 5 Cirebon.

Selain penghargaan individu, SRC 2026 juga memberikan Best Project Presentation Award kepada tim Robotik 2 Tardigrade. Tim ini terdiri dari Attila B Syahputra dari Prime One School, Keisha Afradhia Ali dari Al-Irsyad Satya Islamic School, dan Danish Fathul Aiham dari SMA Unggulan Darul Hikam Bandung.

Pemberian penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap partisipasi dan hasil kerja peserta selama mengikuti program. Lebih dari sekadar hasil akhir, pengalaman mengembangkan gagasan, bekerja sama dalam tim, dan menyampaikan proyek ilmiah menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diharapkan dapat mendorong minat mereka untuk terus mengeksplorasi dunia penelitian.

Membangun Fondasi Pemikiran Ilmiah Sejak Dini

Memperkenalkan riset sejak sekolah menengah bukan berarti setiap pelajar harus menjadi ilmuwan. Lebih dari itu, pengalaman penelitian dapat membantu membangun keterampilan yang berguna dalam berbagai bidang, seperti berpikir kritis, mengevaluasi informasi, menyusun argumentasi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, kemampuan membedakan fakta, interpretasi, dan asumsi menjadi semakin penting. Proses riset memberikan kerangka untuk memahami perbedaan tersebut sekaligus membiasakan pelajar untuk tidak langsung menerima suatu klaim tanpa mempertimbangkan dasar pendukungnya.

Melalui Research Bootcamp dan Research Partnership, Fumalife berupaya membuka ruang bagi pembelajaran dan kolaborasi yang mendekatkan peserta dengan proses penelitian. Kedua layanan ini memiliki pendekatan yang saling melengkapi: Research Bootcamp menitikberatkan pengalaman belajar dan pengembangan keterampilan riset, sedangkan Research Partnership membuka peluang kolaborasi dengan pihak yang memiliki keahlian dan kepentingan dalam pengembangan pengetahuan.

Pada akhirnya, riset dapat dimulai dari hal sederhana: rasa ingin tahu, pertanyaan yang jelas, kemauan mencari bukti, dan keberanian untuk menguji gagasan. Dengan akses terhadap pengalaman belajar, bimbingan, dan kolaborasi yang tepat, semakin banyak pelajar dapat mulai mengenal dunia penelitian sebelum memasuki perguruan tinggi.

Related Posts

UGM Tampilkan Inovasi Unggulan di Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, Perkuat Hilirisasi Riset ke Industri

Berita Jumat, 30 Oktober 2026

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sejumlah inovasi unggulan dalam sesi Project Showcase Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta.

Perkuat Hilirisasi Riset, UGM Pertemukan Peneliti dan Industri Lewat GIFTS

Berita Senin, 26 Oktober 2026

Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga kebermanfaatannya bagi masyarakat dan lingkungan serta dunia usaha. Oleh karena itu, pengembangan riset perlu berjalan seiring dengan kolaborasi berbagai pihak dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.

Hal itu mengemuka dalam pembukaan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 21–22 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Menjembatani Inovator dengan Dunia Industri

Berita Jumat, 25 September 2026

Universitas Gadjah Mada kembali akan menyelenggarakan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 mendatang di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

KhumKhum: Kisah Sukses Inovasi Startup Kuliner Berbasis Circular Economy dan Kemitraan Sosial dari Yogyakarta

Berita Senin, 7 September 2026

Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem startup dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, sektor pangan fungsional berkelanjutan kian menjadi perhatian besar.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju