• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi LPDP
      • Riset Kemitraan Internasional 2026
      • Dorongan Teknologi
      • Sinergi Prioritas BOPTN
      • Sinergi Strategi LPDP
      • Ajakan Industri Prioritas BOPTN
      • Ajakan Industri Startegis LPDP
      • Dorongan Teknologi (Tahun Kedua) BOPTN
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi BOPTN
      • Pengujian Produk LPDP
      • Bestari Saintek LPDP
      • Perpanjangan Pendaftaran SINERGI Batch 2 TEMATIK 2026
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant
    • Dashboard Monitoring Hibah Direktorat Pengembangan Usaha tahun 2018-2026
    • Materi Sosialisasi/Workshop UGM STP
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

Dosen UGM Kembangkan Nanosilika dari Panas Bumi untuk Penyubur Tanaman

  • Berita
  • 28 Januari 2026, 04.39
  • Oleh : roni_arifia

 

Indonesia memiliki potensi energi panas bumi (geothermal) 40% dari potensi dunia, yakni sebanyak 23.965,5 Megawatt (MW). Potensi geothermal ini tersebar merata di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, sehingga dapat dikatakan energi panas bumi berpeluang mencukupi kebutuhan energi nasional sekaligus menurunkan produksi emisi karbon. Pemanfaatan energi panas bumi  tidak hanya untuk sumber pembangkit listrik. Di tangan para peneliti Universitas Gadjah Mada, potensi geothermal melampaui fungsi konvensionalnya. Endapan silika dari fluida panas bumi yang merupakan produk ikutan dapat diolah secara inovatif menjadi penyubur dan penguat tanaman.

Transformasi silika geothermal menjadi nanosilika bernilai tinggi untuk pertanian ini dikembangkan oleh Dosen Fakultas Teknik, Departemen Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada, Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus, S.T., M.E., D.Eng., yang baru-baru ini mendapat penghargaan dari meraih Best Innovation pada ajang bergengsi The Hitachi Global Foundation Asia Innovation Awards 2025.

Melalui rekayasa material dan pengendalian proses yang dikembangkan secara bertahap, silika geothermal berhasil diolah menjadi nanosilika dengan karakteristik unggul, stabil, dan konsisten. “Proses ini juga dirancang agar memiliki potensi replikasi dan peningkatan skala, sehingga membuka peluang menuju tahap hilirisasi dan penerapan industri di masa depan,” ujarnya kepada wartawan, senin (26/1).

Di sektor pertanian, kata Himawan, nanosilika berperan dalam memperkuat dinding sel tanaman, meningkatkan ketegakan tanaman, serta memperbaiki efisiensi transportasi nutrisi. Keunggulan nanosilika terletak pada ketersediaan hayatinya yang tinggi karena ukuran dan bentuknya mudah diserap tanaman. Penggunaannya juga sangat efisien, yakni sekitar 1–2 kilogram per hektar, jauh lebih rendah dibandingkan pupuk makro seperti NPK, sehingga mendukung praktik pertanian yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.

Melalui uji coba lapangan (demplot), penerapan nanosilika menunjukkan peningkatan produktivitas tanaman hingga 30–50 persen pada berbagai komoditas seperti padi, jagung, alpukat, pepaya, dan anggur. Peningkatan ini tidak semata-mata disebabkan oleh nanosilika, tetapi juga oleh sinergi dengan komponen lain seperti bahan humat dan boron yang dirancang dalam satu formulasi berbasis pendekatan total extraction dan perbaikan kesehatan tanah secara menyeluruh. “Tapi sekali lagi, ini tidak hanya kita berbicara hanya nanosilikanya, tetapi juga sinergitas dari aditif yang kita tambahkan untuk memastikan bahwa tanahnya sehat dan tanamannya juga sehat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pengembangan nanosilika juga diperluas ke sektor teknologi dan energi. Di bidang elektronik, nanosilika dikombinasikan dengan hidrogel untuk sistem pendingin pusat data dan baterai. Kombinasi ini mampu meningkatkan kapasitas penyerapan air hidrogel hingga tiga sampai lima kali lipat, sehingga meningkatkan efisiensi dan kinerja pendinginan. “Riset lanjutan juga diarahkan pada pengembangan material penyerap uap air dari udara, serta aplikasi lain seperti biosensor dan biomaterial yang mendukung pengembangan teknologi hijau dan sistem cerdas,” ujarnya.

Meski menunjukkan potensi besar, tantangan utama inovasi ini terletak pada hilirisasi, yaitu membawa hasil riset dari skala laboratorium menuju implementasi industri dan pemanfaatan luas. Oleh karena itu, pengembangan spektrum produk turunan dari nanosilika akan terus diperluas agar ekonomi sirkular tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi terwujud dalam rantai nilai yang berkelanjutan, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta industri nasional. “Selain pada hilirisasi, tantangan lain juga bagaimana kita tidak berhenti pada satu spektrum produk, melainkan mengembangkan spektrumnya lebih luas lagi untuk membuka potensi hilirisasi lainnya,” jelasnya.

Himawan berharap melalui inovasi yang dikembangkan diharapkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan mendorong adopsi teknologi berbasis keberlanjutan. “Sebagai peneliti, kami selalu berharap bahwa hasil penelitian itu tidak berhenti pada jurnal internasional, tidak berhenti pada publikasi, tidak hanya berhenti pada paten, tetapi benar-benar bermanfaat dan benar-benar memberikan dampak ke masyarakat,” tuturnya.

Ia menuturkan bahwa penelitian ini telah dikembangkan secara konsisten sejak tahun 2013 dan dilakukan melalui kolaborasi multidisipliner dengan dukungan kemitraan internasional bersama NTU Singapore, Swinburne University, Kyushu University, dan University of the Philippines. Kolaborasi tersebut memperkuat pertukaran pengetahuan lintas disiplin, integrasi pendekatan rekayasa proses dan material maju, serta pengayaan perspektif keberlanjutan dalam pengembangan teknologi. “Dengan dukungan jejaring internasional ini, riset berkembang tidak hanya pada skala laboratorium, tetapi juga pada kesiapan konseptual menuju implementasi yang lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Salwa

Related Posts

Dirgahayu Indonesia ke-81

Dirgahayu Indonesia ke-81: Akselerasi Inovasi Energi, Pangan, dan Tata Kelola Data UGM Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Selasa, 18 Agustus 2026

Momen Dirgahayu Indonesia ke-81 menjadi semangat optimisme kita menuju target besar Indonesia Emas 2045. Pemerintah Indonesia secara intensif mendorong pelaksanaan RPJMN 2025-2029 yang berfokus pada delapan misi Asta Cita serta 17 program prioritas.

UGM, Kemenperin, Mars Symbioscience Indonesia, dan Salim Agro Chemical Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kakao Nasional

Berita Senin, 27 Juli 2026

Yogyakarta, 21 Juli 2026 — Universitas Gadjah Mada bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, PT Mars Symbioscience Indonesia, dan PT Salim Agro Chemical menjajaki kolaborasi pengembangan ekosistem kakao nasional dari sektor hulu hingga hilir.

Rekrutmen Tenaga Mahasiswa Paruh Waktu Direktorat Pengembangan Usaha Periode Agustus – Desember 2026

Berita Rabu, 22 Juli 2026

 1.        Persyaratan Umum:
o  Mahasiswa aktif UGM jenjang Diploma (Sekolah Vokasi) /Sarjana /Pascasarjana.
o  Minimal Mahasiswa semester 6 (enam) bagi jenjang Diploma dan Sarjana.
o  Memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik.
o  Tidak sedang/akan mengikuti magang,  dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
o  Mampu bekerja secara individu dan tim.
o  Memiliki waktu minimal 4 jam/hari (5 hari kerja).
o  Bersedia bekerja dengan sistem kontrak 5 bulan.
o  Berpengalaman mengelola acara workshop, seminar dan sejenisnya.
o  Memiliki kemampuan berbahasa Inggris pasif maupun aktif lebih disukai.

2.        Persyaratan Khusus
Posisi: Asisten Bidang Pengelolaan Unit Kegiatan Usaha Jumlah 1 Orang
dan Kode PU

o  Persyaratan Khusus:

·          Mahasiswa dari jurusan Manajemen Konsentrasi Keuangan/Akuntansi (1 orang).

·          Menguasai aplikasi komputer Ms Excel/Google Sheet, Ms Word/Google Docs, Ms PowerPoint/Google Slides, dan Canva/Figma.

·         Memiliki kemampuan dalam memahami manajemen keuangan (IRR, NPV, dll.)

·          Diutamakan memiliki kemampuan dalam melakukan
penilaian bisnis (business plan, market size, feasibility study).

o  Job Description:

·     Membantu menyiapkan bahan/data yang diperlukan
dalam pengelolaan Unit Kegiatan Usaha Universitas Gadjah Mada.

·          Membantu menyiapkan bahan/data yang diperlukan
untuk penyusunan laporan bidang pengembangan usaha

·          Membantu melakukan identifikasi, pembaruan,
penginputan, dan/atau penstatusan data di bidang pengembangan usaha pada
website dan sosial media yang digunakan.

·          Membuat proyeksi bisnis, business plan, market
size, dan feasibility study.

·          Membantu menjadi kontributor pemberitaan
kegiatan Direktorat Pengembangan Usaha.

3.       Tahapan Proses Seleksi:

                   I.             Pendaftaran : 21-26 Juli 2026                      

                    II.             Seleksi Administrasi : 27Juli 2026

                   III.             Seleksi Wawancara  : 28 Juli 2026

4.       Kelengkapan Dokumen Persyaratan

o  Surat lamaran ditujukan kepada: Direktur Pengembangan Usaha Universitas Gadjah
Mada, Jl.

STP UGM Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Kunjungan Delegasi JICA, JETRO, BKPM, dan Perusahaan Jepang

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Science Techno Park (STP) Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan perannya sebagai penghubung antara ekosistem inovasi perguruan tinggi dengan dunia industri melalui penyelenggaraan Forum Pertemuan Komunitas Bisnis Jepang, BKPM, JETRO, JICA, dan STP UGM yang berlangsung di Ruang Sidang 2, Gedung Pusat Balairung UGM, pada Kamis (25/6).

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju