• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi LPDP
      • Riset Kemitraan Internasional 2026
      • Dorongan Teknologi
      • Sinergi Prioritas BOPTN
      • Sinergi Strategi LPDP
      • Ajakan Industri Prioritas BOPTN
      • Ajakan Industri Startegis LPDP
      • Dorongan Teknologi (Tahun Kedua) BOPTN
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi BOPTN
      • Pengujian Produk LPDP
      • Bestari Saintek LPDP
      • Perpanjangan Pendaftaran SINERGI Batch 2 TEMATIK 2026
      • Kekayaan Intelektual Berdampak 2026
      • Program Pangan dan Hilirisasi BPDP 2026
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant
    • Dashboard Monitoring Hibah Direktorat Pengembangan Usaha tahun 2018-2026
    • Materi Sosialisasi/Workshop UGM STP
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

Dihadiri Megawati Soekarnoputri, UGM dan BRIN Perkuat Riset dan Hilirisasi Biodiversitas Tropis

  • Berita
  • 2 Oktober 2025, 06.24
  • Oleh : roni_arifia

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memegang peran penting dalam isu keanekaragaman hayati global. Isu ini tidak hanya menyangkut konservasi, tetapi juga terkait dengan ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi, hingga budaya masyarakat. Penguatan riset biodiversitas harus sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan bangsa. Oleh karena itu, riset di bidang biodiversitas perlu diarahkan tidak hanya pada konservasi, tetapi juga pemanfaatan berkelanjutan yang mendukung sektor pangan, farmasi, energi terbarukan, dan mitigasi perubahan iklim.

Ketua Dewan Pengarah BRIN, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri menekankan pentingnya semangat nasionalisme dan kedaulatan bangsa dalam setiap upaya riset dan inovasi, termasuk pengelolaan biodiversitas. Ia menegaskan, penguatan riset harus disertai dengan kesadaran sejarah, komitmen menjaga lingkungan, serta keberanian generasi muda untuk mengambil peran.

Megawati juga mengingatkan bahwa perempuan Indonesia memiliki kontribusi besar dalam perjuangan bangsa, sehingga kiprah mereka dalam dunia riset dan kebijakan perlu terus diperkuat. “Anak muda harus ingat bahwa negeri ini milik kalian. Gunakan ilmu dan kemampuan kalian untuk menjaga Indonesia agar tetap merdeka, berdaulat, dan abadi,” pesannya dalam workshop ‘Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan HKI untuk Masa Depan Berkelanjutan: Sinergi UGM–BRIN’ di Balai Senat UGM, Rabu (1/10).

Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ova Emilia, turut menegaskan komitmen UGM dalam riset dan konservasi biodiversitas tropis melalui penguatan kerja sama antara UGM dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mencakup bidang konservasi, serta perlindungan hak kekayaan intelektual. “Melalui kolaborasi ini, UGM ingin memperkuat ekosistem riset biodiversitas agar hasilnya dapat berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Rektor UGM, Prof. Ova Emilia.

Rektor menekankan bahwa UGM saat ini telah mendorong kapasitas riset melalui fasilitas unggulan seperti Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT), Integrated Genome Factory (IGF), Porok Marine Research Station, Gedung Moeso Suryowinoto Indonesia Biodiversitas Center (MSIBC), serta Bank Genetik PIAT.

Lebih jauh, UGM juga mengembangkan program dan inovasi unggulan, mulai dari Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) yang pertama di Asia Tenggara, pengembangan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), hingga konsistensi dalam perlindungan sumber daya genetik melalui Bank Genetik PIAT yang meraih penghargaan Indonesian Breeder Award di tahun 2021 silam. Rektor menyebut, pada 2024 UGM mencatat 28 hak cipta dan 30 paten biodiversitas, sementara pada 2025 hingga September telah terdaftar 11 hak cipta dan 19 paten. “Data ini menunjukkan komitmen UGM untuk tidak berhenti menghasilkan inovasi, tetapi juga memperkuat perlindungan hukum atas biodiversitas nasional,” ungkapnya.

Anggota Dewan Pengarah BRIN, Dr. Bambang Kesowo, S.H., LL.M., dalam keynote speech-nya menekankan bahwa pengelolaan biodiversitas nasional tidak bisa dilepaskan dari tata kelola HKI yang kuat. Ia menyebut, tanpa perlindungan hukum yang jelas, hasil riset dan kekayaan hayati Indonesia akan rentan dieksploitasi oleh pihak luar. Karena itu, diperlukan desain regulasi yang komprehensif agar biodiversitas dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing bangsa.

Bambang juga mendorong UGM untuk memperluas pendidikan dan pemahaman tentang HKI tidak hanya di fakultas hukum, tetapi juga di fakultas-fakultas lainnya, yakni agrokompleks, sains, dan sosiohumaniora. “Penguatan HKI menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan bangsa atas potensi biodiversitas yang sangat kaya,” ujarnya.

Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, menuturkan riset di bidang biodiversitas perlu diarahkan tidak hanya pada konservasi, tetapi juga pemanfaatan berkelanjutan yang mendukung sektor pangan, farmasi, energi terbarukan, dan mitigasi perubahan iklim. Menurutnya,  kolaborasi dengan UGM memiliki arti strategis karena dapat menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat, sekaligus memperkuat jejaring riset Indonesia di tingkat global. “Kami melihat UGM sebagai mitra strategis dalam pengembangan riset biodiversitas, terutama untuk menghadirkan inovasi yang bisa dihilirisasikan,” ungkap Handoko.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., memaparkan materi tentang Status dan Tren Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI) yang kini dikembangkan sebagai indikator nasional untuk memantau kondisi keanekaragaman hayati. IBI digunakan untuk mengukur kekayaan spesies, distribusi populasi, dan keseimbangan ekosistem, sehingga dapat menjadi dasar perumusan kebijakan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Menurut Budi, instrumen ilmiah ini juga penting untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim serta mendukung pencapaian target SDGs Indonesia. “Tren biodiversitas di Indonesia perlu dipantau secara ilmiah agar langkah konservasi dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan,” ujar Budi.

Workshop kali ini juga menjadi momentum penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara BRIN dan UGM tentang pelestarian serta pemanfaatan biodiversitas tropis yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. Pada kesempatan yang sama, turut dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BRIN dan UGM mengenai pengelolaan kekayaan intelektual sumber daya hayati, yang ditandatangani oleh Plt. Direktur Pengembangan Usaha UGM, Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D.

Kegiatan workshop juga turut dirangkaikan dengan Mini Expo yang menampilkan hasil-hasil riset hilirisasi biodiversitas UGM. Pameran ini memperlihatkan berbagai inovasi yang lahir dari kekayaan hayati tropis Indonesia dan telah dilindungi melalui mekanisme HKI. Melalui workshop ini, UGM semakin mempertegas posisinya sebagai pusat riset biodiversitas tropis yang tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi turut menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Triya Andriyani
Foto: Firsto

Related Posts

Perkuat Hilirisasi Riset, UGM Pertemukan Peneliti dan Industri Lewat GIFTS

Berita Senin, 26 Oktober 2026

Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga kebermanfaatannya bagi masyarakat dan lingkungan serta dunia usaha. Oleh karena itu, pengembangan riset perlu berjalan seiring dengan kolaborasi berbagai pihak dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.

Hal itu mengemuka dalam pembukaan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 21–22 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Menjembatani Inovator dengan Dunia Industri

Berita Jumat, 25 September 2026

Universitas Gadjah Mada kembali akan menyelenggarakan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 mendatang di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

KhumKhum: Kisah Sukses Inovasi Startup Kuliner Berbasis Circular Economy dan Kemitraan Sosial dari Yogyakarta

Berita Senin, 7 September 2026

Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem startup dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, sektor pangan fungsional berkelanjutan kian menjadi perhatian besar.

Dirgahayu Indonesia ke-81

Dirgahayu Indonesia ke-81: Akselerasi Inovasi Energi, Pangan, dan Tata Kelola Data UGM Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Selasa, 18 Agustus 2026

Momen Dirgahayu Indonesia ke-81 menjadi semangat optimisme kita menuju target besar Indonesia Emas 2045. Pemerintah Indonesia secara intensif mendorong pelaksanaan RPJMN 2025-2029 yang berfokus pada delapan misi Asta Cita serta 17 program prioritas.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju