• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi LPDP
      • Riset Kemitraan Internasional 2026
      • Dorongan Teknologi
      • Sinergi Prioritas BOPTN
      • Sinergi Strategi LPDP
      • Ajakan Industri Prioritas BOPTN
      • Ajakan Industri Startegis LPDP
      • Dorongan Teknologi (Tahun Kedua) BOPTN
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi BOPTN
      • Pengujian Produk LPDP
      • Bestari Saintek LPDP
      • Sinergi Batch 2 Tematik
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant
    • Dashboard Monitoring Hibah Direktorat Pengembangan Usaha tahun 2018-2026
    • Materi Sosialisasi/Workshop UGM STP
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

Attempe: Mengangkat Kedelai Lokal Indonesia ke Pasar Global

  • Berita
  • 12 April 2026, 04.44
  • Oleh : roni_arifia

Di tengah dominasi kedelai impor yang selama bertahun-tahun menjadi bahan baku utama industri tempe nasional, hadir sebuah startup pangan asal Yogyakarta yang berupaya mengubah paradigma tersebut. Attempe, yang didirikan oleh Nurhayati Nirmalasari atau akrab disapa Nungki, merupakan startup berbasis pangan sehat yang mengusung misi mengangkat martabat kedelai lokal Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dalam negeri. Berbekal latar belakang sebagai alumnus Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Nungki memulai perjalanan Attempe pada tahun 2015 dengan keyakinan bahwa kedelai lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan kedelai impor.

Nama Attempe lahir dari semangat menghadirkan tempe sehat berbahan baku kedelai lokal non-GMO (Non Genetically Modified Organism). Di saat sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor, Attempe memilih menggunakan varietas kedelai lokal seperti Grobogan, Anjasmoro, dan Biosoy yang diperoleh dari petani di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya. Pilihan ini bukan hanya didasarkan pada kualitas rasa yang lebih gurih dan alami, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian pangan nasional dan keberlanjutan pertanian lokal.

Pada awal perjalanannya, Attempe hanya memproduksi tempe segar dalam skala kecil melalui sistem kemitraan dengan produsen tempe di Bantul. Namun, seiring meningkatnya permintaan pasar, pada tahun 2017 Attempe berhasil membangun fasilitas produksi sendiri dan terus mengembangkan kapasitas usahanya. Saat ini, Attempe tidak hanya memproduksi tempe segar, tetapi juga menghadirkan berbagai produk inovatif seperti tempe instan, keripik tempe aneka rasa, sambal abon tempe, cookies tempe, brownies tempe, hingga produk tempe kaleng yang menjadi salah satu unggulan ekspor perusahaan.

Keunggulan Attempe tidak hanya terletak pada produk yang sehat dan berkualitas, tetapi juga pada komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan menerapkan konsep zero waste dengan memanfaatkan limbah produksi menjadi pupuk organik bagi petani kedelai. Selain itu, limbah kulit kedelai dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara air limbah produksi disalurkan untuk kebutuhan peternakan. Pendekatan ini menjadikan Attempe sebagai contoh startup pangan yang mengintegrasikan inovasi bisnis dengan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.

Tahun 2024 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Attempe. Attempe mendapat pendanaan dan pendampingan pengembangan usaha oleh UGM melalui Program PRIMESTeP dan masuk menjadi Startup binaan Innovative Academy UGM.

Melalui pendanaan dan pendampingan tersebut, Attempe bisa mengikuti TEI 2025 yang merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia. Dari TEI kemudian Attempe berhasil menambah beberapa reseller export yang sudah rutin menjual produk Attempe ke kancah internasional yaitu Saudi, Singapore, dan Turki. Tahun 2025 juga Attempe berhasil mengekspor sebanyak 10.000 unit tempe kaleng ke London, Inggris. Pengiriman tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan produk pangan berbasis kedelai lokal Indonesia ke pasar internasional. Keberhasilan ekspor ini menunjukkan bahwa produk olahan tempe Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global, terutama di tengah meningkatnya tren konsumsi pangan sehat dan berbasis nabati.

Kesuksesan tersebut juga tidak lepas dari partisipasi Attempe dalam pameran BRI UMKM EXPO atau BUE yang menjadi ajang pertemuan antara pelaku UMKM Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara. Melalui proses kurasi yang dilakukan oleh BRI, Attempe memperoleh kesempatan mengikuti business matching dengan sejumlah buyer internasional. Dari kegiatan tersebut, perusahaan berhasil mendapatkan calon pembeli baru dan saat ini sedang menjalani proses pengiriman sampel produk untuk penjajakan kerja sama ekspor berikutnya.

 

Ke depan, Attempe berencana melanjutkan ekspor ke London secara rutin setiap enam bulan sekali sambil mengevaluasi hasil pengiriman perdana dan memperluas jaringan pasar internasional. Perusahaan juga terus melakukan pendampingan kepada petani mitra untuk memastikan ketersediaan bahan baku berkualitas tinggi dan berkelanjutan. Tingginya animo pasar luar negeri memberikan rasa optimis dan semangat bahwa Attempe bisa menjadi besar. Harapannya adalah akan ada investor yang berkenan mendampingi dan membantu Attempe mencapai potensi terbaik dan berdampak.

Kisah Attempe menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari teknologi digital. Dengan mengolah warisan kuliner Indonesia menjadi produk modern yang sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing global, Attempe berhasil membuktikan bahwa tempe bukan sekadar makanan tradisional, melainkan juga simbol kemandirian pangan dan potensi ekonomi Indonesia di pasar dunia. Melalui semangat memberdayakan petani lokal dan menghadirkan produk berkualitas tinggi, Attempe menjadi inspirasi bagi startup agrifood Indonesia untuk terus berkembang dan membawa produk lokal menuju panggung internasional.

 

Penulis: Danny
Editor: STP UGM

 

Related Posts

UGM, Kemenperin, Mars Symbioscience Indonesia, dan Salim Agro Chemical Perkuat Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kakao Nasional

Berita Senin, 27 Juli 2026

Yogyakarta, 21 Juli 2026 — Universitas Gadjah Mada bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, PT Mars Symbioscience Indonesia, dan PT Salim Agro Chemical menjajaki kolaborasi pengembangan ekosistem kakao nasional dari sektor hulu hingga hilir.

Rekrutmen Tenaga Mahasiswa Paruh Waktu Direktorat Pengembangan Usaha Periode Agustus – Desember 2026

Berita Rabu, 22 Juli 2026

 1.        Persyaratan Umum:
o  Mahasiswa aktif UGM jenjang Diploma (Sekolah Vokasi) /Sarjana /Pascasarjana.
o  Minimal Mahasiswa semester 6 (enam) bagi jenjang Diploma dan Sarjana.
o  Memiliki kemampuan komunikasi dan interpersonal yang baik.
o  Tidak sedang/akan mengikuti magang,  dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
o  Mampu bekerja secara individu dan tim.
o  Memiliki waktu minimal 4 jam/hari (5 hari kerja).
o  Bersedia bekerja dengan sistem kontrak 5 bulan.
o  Berpengalaman mengelola acara workshop, seminar dan sejenisnya.
o  Memiliki kemampuan berbahasa Inggris pasif maupun aktif lebih disukai.

2.        Persyaratan Khusus
Posisi: Asisten Bidang Pengelolaan Unit Kegiatan Usaha Jumlah 1 Orang
dan Kode PU

o  Persyaratan Khusus:

·          Mahasiswa dari jurusan Manajemen Konsentrasi Keuangan/Akuntansi (1 orang).

·          Menguasai aplikasi komputer Ms Excel/Google Sheet, Ms Word/Google Docs, Ms PowerPoint/Google Slides, dan Canva/Figma.

·         Memiliki kemampuan dalam memahami manajemen keuangan (IRR, NPV, dll.)

·          Diutamakan memiliki kemampuan dalam melakukan
penilaian bisnis (business plan, market size, feasibility study).

o  Job Description:

·     Membantu menyiapkan bahan/data yang diperlukan
dalam pengelolaan Unit Kegiatan Usaha Universitas Gadjah Mada.

·          Membantu menyiapkan bahan/data yang diperlukan
untuk penyusunan laporan bidang pengembangan usaha

·          Membantu melakukan identifikasi, pembaruan,
penginputan, dan/atau penstatusan data di bidang pengembangan usaha pada
website dan sosial media yang digunakan.

·          Membuat proyeksi bisnis, business plan, market
size, dan feasibility study.

·          Membantu menjadi kontributor pemberitaan
kegiatan Direktorat Pengembangan Usaha.

3.       Tahapan Proses Seleksi:

                   I.             Pendaftaran : 21-26 Juli 2026                      

                    II.             Seleksi Administrasi : 27Juli 2026

                   III.             Seleksi Wawancara  : 28 Juli 2026

4.       Kelengkapan Dokumen Persyaratan

o  Surat lamaran ditujukan kepada: Direktur Pengembangan Usaha Universitas Gadjah
Mada, Jl.

STP UGM Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Kunjungan Delegasi JICA, JETRO, BKPM, dan Perusahaan Jepang

Berita Selasa, 30 Juni 2026

Yogyakarta – Science Techno Park (STP) Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan perannya sebagai penghubung antara ekosistem inovasi perguruan tinggi dengan dunia industri melalui penyelenggaraan Forum Pertemuan Komunitas Bisnis Jepang, BKPM, JETRO, JICA, dan STP UGM yang berlangsung di Ruang Sidang 2, Gedung Pusat Balairung UGM, pada Kamis (25/6).

Midterm Review PRIME STeP Perkuat Inovasi UGM

Berita Kamis, 11 Juni 2026

Midterm Review PRIME STeP menjadi momentum penting bagi Universitas Gadjah Mada dalam memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi riset.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju