• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi LPDP
      • Riset Kemitraan Internasional 2026
      • Dorongan Teknologi
      • Sinergi Prioritas BOPTN
      • Sinergi Strategi LPDP
      • Ajakan Industri Prioritas BOPTN
      • Ajakan Industri Startegis LPDP
      • Dorongan Teknologi (Tahun Kedua) BOPTN
      • Tim Pakar Dorongan Teknologi BOPTN
      • Pengujian Produk LPDP
      • Bestari Saintek LPDP
      • Perpanjangan Pendaftaran SINERGI Batch 2 TEMATIK 2026
      • Kekayaan Intelektual Berdampak 2026
      • Program Pangan dan Hilirisasi BPDP 2026
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant
    • Dashboard Monitoring Hibah Direktorat Pengembangan Usaha tahun 2018-2026
    • Materi Sosialisasi/Workshop UGM STP
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

Pelaku Bisnis Startup Diminta Tidak Mudah Putus Asa

  • Berita
  • 23 April 2018, 13.24
  • Oleh :

Founder dan CEO Cicil, Edward Widjonarko, memberikan wejangan pada peserta Innovative Academy UGM batch 5 tentang strategi keuangan dan penggalangan dana bagi perusahaan start up, Jumat (20/4), di Innovative Academy Hub, Bulaksumur H6. Seperti diketahui, Cicil (cicil.co.id) adalah  perusahaan teknologi finansial berjiwa sosial yang memberikan akses kemudahan pembiayaan bagi mahasiswa tanpa jaminan untuk membeli barang.

Edward Widjonarko mengatakan ada tiga sumber dana yang bisa dimiliki oleh perusahaan startup, yakni pinjaman, ekuitas, dan laba keuntungan. Namun begitu, untuk mendapatkan dana pinjaman bagi perusahaan start up tidak mudah karena belum dipandang pihak perbankan memiliki kemampuan untuk membayar sehingga salah satunya adalah lewat ekuitas dan pendapatan langsung dari hasil bisnis sendiri. “Equity sangat cocok untuk keuangan jangka panjang karena tidak perlu membayar bunga seperti jika halnya hutang ke bank. Yang paling penting adalah bagaimana cara menaikkan nilai company bukan hanya mencari profit,” kata Edward.

Namun, bagaimana apabila perusahaan masih tetap saja minim profit? Menanggapi hal itu Edward menyarankan agar para pendiri perusahaan jangan berputus asa lalu meninggalkan bisnisnya. “Jangan langsung tinggalkan bisnisnya, tapi visinya bagaimana cara pengaturan agar kegiatan usaha yang dilakukan bisa menghasilkan profit yang positif di masa mendatang,” katanya

Menurutnya, bagi mereka yang berkecimpung dalam usaha binis digital sebaiknya tidak banyak membuang waktu dengan membuat berbagai perencanaan, namun lebih banyak melakukan aksi dengan membuat produk inovasi berdasarkan masukan dari pasar. “Dengarkan konsumen Anda, konsumen bisa menjadikan kita bisa membuat perfect product,” katanya.

Menggali banyak ide dapat dilakukan dengan banyak berinteraksi dengan konsumen. Bahkan, masukan dari konsumen bisa memecahkan berbagai persoalan lama di perusahaan, mampu mengubah regulasi perusahaan, mengubah perilaku serta bisa mengganti piranti teknologi yang telah usang. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

UGM Tampilkan Inovasi Unggulan di Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, Perkuat Hilirisasi Riset ke Industri

Berita Jumat, 30 Oktober 2026

Jakarta, 27 Oktober 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menampilkan sejumlah inovasi unggulan dalam sesi Project Showcase Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Oktober 2026 di Jakarta.

Perkuat Hilirisasi Riset, UGM Pertemukan Peneliti dan Industri Lewat GIFTS

Berita Senin, 26 Oktober 2026

Keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga kebermanfaatannya bagi masyarakat dan lingkungan serta dunia usaha. Oleh karena itu, pengembangan riset perlu berjalan seiring dengan kolaborasi berbagai pihak dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan kehidupan.

Hal itu mengemuka dalam pembukaan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 yang diselenggarakan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 21–22 Oktober 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

Menjembatani Inovator dengan Dunia Industri

Berita Jumat, 25 September 2026

Universitas Gadjah Mada kembali akan menyelenggarakan Global Innovation and Future Technology Summit (GIFTS) 2026 pada 21–22 Oktober 2026 mendatang di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM.

KhumKhum: Kisah Sukses Inovasi Startup Kuliner Berbasis Circular Economy dan Kemitraan Sosial dari Yogyakarta

Berita Senin, 7 September 2026

Di tengah pesatnya perkembangan ekosistem startup dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, sektor pangan fungsional berkelanjutan kian menjadi perhatian besar.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju