• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Hiliriset Dorongan Teknologi
    • Program Dana Padanan 2025
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant 2025
    • Portofolio MF and Prime Step
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

Gandeng Petani Lahan Pasir, Tim Peneliti UGM Riset Budidaya Melon Premium Hidroponik

  • Berita
  • 14 Januari 2026, 05.22
  • Oleh : roni_arifia

Tim Peneliti dari Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam, Field Research Center (FRC) tengah melaksanakan penelitian budidaya buah melon premium hidroponik di greenhouse. Pengembangan produk tanaman hortikultura ini tidak berhenti pada produksi buah, melainkan juga mengarah pada diversifikasi produk turunan. Melon hasil riset ini dikembangkan menjadi berbagai produk seperti cold press juice, produk permen, hingga pemanfaatan limbah menjadi tepung sebagai upaya kemandirian pangan agar Indonesia tidak bergantung pada impor gandum. “Riset di FRC UGM ini bukan hanya sekadar proses budidaya melon di greenhouse, tetapi juga pengembangan produk-produk turunan untuk meningkatkan nilai ekonomi melon dan menjawab tantangan ketahanan pangan,” kata Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., selaku ketua tim peneliti, Senin (12/1).

Pemilihan melon sebagai komoditas riset di FRC UGM bukan tanpa alasan, Nabila menuturkan bahwa melon merupakan tanaman buah yang memiliki daya tumbuh sangat baik di daerah tropis dengan suhu panas serta intensitas air yang imbang. Menurutnya, intensitas panas dan pengairan di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal selama ditanam dengan komoditas yang tepat. Riset ini mereka lakukan di Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. “Kondisi agroklimat di Kulon Progo, khususnya dari intensitas cahaya dan suhu lingkungan sangat cocok untuk komoditas melon,” tuturnya.

Selain memperhatikan faktor alam, pemilihan tempat di Kulon Progo merupakan salah satu strategi tepat karena berlokasi di dekat Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Lokasi tersebut dinilai membuka peluang pasar dari kalangan pendatang dan wisatawan. Karakter pasar di Yogyakarta yang sangat beragam dari berbagai kalangan usia juga membuat pengembangan riset melon ini memiliki jangkauan konsumen yang luas. Ia menuturkan bahwa dari sisi distribusi, komoditas melon juga dinilai relatif aman karena memiliki umur simpan yang cukup panjang. “Melon bisa didistribusikan dengan baik karena umur simpannya sekitar 15 hari, sehingga kami optimistis bisa menjangkau pasar Yogyakarta, Sleman, dan daerah sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, Kulon Progo masih menjadi salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang membutuhkan penguatan di sektor pendidikan dan pengetahuan. Di sisi lain, kawasan ini terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah beroperasinya bandara. Oleh karena itu, keterbukaan akses tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan masyarakat, baik secara sosial maupun pengetahuan, sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan. “Adanya FRC di Kulon Progo, kami ingin manfaatnya benar-benar dirasakan, bukan hanya dari segi fasilitas, tapi juga dari transfer pengetahuan kepada masyarakat,” tuturnya.

Dampak riset melon di FRC UGM mulai dirasakan langsung oleh petani, khususnya kelompok tani yang dibina di wilayah pesisir Bugel. Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M. Eng., selaku anggota peneliti lainya, mengatakan pendampingan ini tidak hanya dilakukan pada aspek teknologi, tetapi juga pada proses budidaya. Hasil pendampingan tersebut menunjukkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Dari penerapan SOP dan teknologi yang dikembangkan, tingkat produktivitas tanaman melon mencapai sekitar 85 persen. “Dari 1.000 tanaman melon jenis sweet net 8, sekitar 850-900 tanaman berhasil produktif. Sekitar 599 kilogram buah masuk ke grade A, sehingga lebih dari 50 persen hasil panen masuk grade A,” jelasnya.

Karena itu, Yosep menuturkan FRC UGM dihadirkan sebagai ruang pembelajaran terbuka dalam konsep Jogja Open Innovation for Community Enhancement (JOICE). Salah satu bentuk transfer knowledge tersebut diwujudkan melalui konsep Open Farm di kawasan greenhouse FRC UGM. Melalui konsep Open Farm di kawasan FRC UGM Kulon Progo, masyarakat dan petani sekitar dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran pertanian modern. Lebih lanjut, ia ingin jalannya kegiatan Open Farm ini juga sebagai sarana kunjungan berbasis penelitian seperti yang telah dijalin oleh mitra dari Jepang, serta kegiatan summer course oleh FTP UGM. “Open farm ini terbuka untuk siapapun, tidak hanya masyarakat Kulon Progo. Pengunjung bisa memetik melon sambil belajar, karena sudah ada pemandu yang kami siapkan. Saya harap ini bisa menjadi wadah munculnya para petani-petani generasi muda yang sudah melek akan smart farming, yakni dengan menerapkan teknologi pada pertanian,” terangnya.

Berangkat dari pembentukan awal FRC UGM di Kulon Progo sejak tahun 2022 silam, ia menyebut pengembangan riset melon ini sebagai salah satu implementasi Tridharma perguruan tinggi, khususnya pada penerapan hasil penelitian yang dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat. Tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan penelitian dan pengajaran, tetapi juga pengabdian nyata kepada masyarakat. Dengan menerapkan Tridharma perguruan tinggi dalam riset ini, menjadi sarana identifikasi permasalahan masyarakat dan kelompok tani yang dapat dikembangkan menjadi potensi riset di Kulon Progo. “Dengan adanya Open Farm di FRC UGM dan pengembangan riset yang dilakukan di Kulon Progo bukan hanya sekadar ketersediaan lahan, tetapi juga dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar,” ujar Yosep.

FRC UGM merupakan salah satu learning center di UGM yang melakukan kolaborasi lintas disiplin bersama dengan fakultas lain yang ada di UGM. Ia menjelaskan bahwa beberapa kali kolaborasi dilakukan bersama dengan Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Biologi. Di tingkat Sekolah Vokasi UGM sendiri, riset tidak hanya dikerjakan oleh satu program studi. Ia menuturkan bahwa terdapat juga kolaborasi Sekolah Vokasi UGM lintas disiplin seperti riset pasar, penanganan pasca panen, dosing mesin, dan paket wisata berbasis pertanian. “Untuk mengetahui target konsumen melon atau produk yang dikembangkan di greenhouse, kami juga melakukan riset pasar yang dikerjakan bersama salah satu prodi di Sekolah Vokasi,” jelasnya.

Kedepannya, ia berharap riset melon di FRC UGM Kulon Progo ini dapat diarahkan pada penguatan pola kerja sama multi-helix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat sekitar. Ia menuturkan bahwa saat ini telah terjalin kolaborasi internasional pada 2025 silam, melalui inisiasi kolaborasi penelitian dengan mitra dari Jepang. Melalui perluasan jejaring kolaborasi tersebut, ia ingin riset ini mampu menjawab segala kebutuhan bersama. Selain itu, ia juga menargetkan kolaborasi yang lebih intens serta peningkatan jumlah penelitian berbasis persoalan nyata di lapangan maupun industri. Hal ini diharapkan dapat memperkuat relevansi riset yang dikembangkan. “Kedepannya akan ada kolaborasi yang lebih intens dan penelitian yang lebih banyak berdasarkan masalah real yang kami hadapi di lapangan maupun di industri,” pungkasnya.

Penulis : Cyntia Noviana

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Dok Tim Peneliti

Related Posts

UGM Gelar Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi

Berita Senin, 9 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026  – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026.  Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata.

UGM Optimalkan PIAT sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Skala Mikro di Kampus

Berita Rabu, 25 Februari 2026

Komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional semakin ditegaskan melalui arahan Presiden kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata.

DDR Madena, Alat Radiografi Digital Karya Dosen UGM Siap Bersaing di Pasaran

Berita Senin, 9 Februari 2026

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Citra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gede Bayu Suparta, bersama tim merasa bersyukur karena produk teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresensi Digital (RSFD) yang dirintis sejak tahun 1990 telah berhasil dipasarkan ke industri dan masyarakat.

RI Miliki 31.750 Flora dan 744 Ribu Fauna, UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

Berita Jumat, 6 Februari 2026

Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju