• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Hiliriset Dorongan Teknologi
    • Program Dana Padanan 2025
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant 2025
    • Portofolio MF and Prime Step
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

UGM Gandeng Pemkab Kulon Progo Kembangkan Pertanian Cerdas lewat FASTAN

  • Berita
  • 2 Februari 2026, 02.44
  • Oleh : roni_arifia

Panen raya melon greenhouse dengan teknologi Fasilitas Smart-Agri Tepat Guna Skala Petani (FASTAN) pada Jumat (30/1) menandai penguatan kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam pengembangan pertanian cerdas skala petani. Acara berlangsung di Field Research Center (FRC) UGM Wates dan dilanjutkan dengan panen melon di greenhouse FASTAN Kalurahan Bugel. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan produktivitas pertanian di tengah variabilitas iklim.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menekankan pentingnya hilirisasi riset agar inovasi kampus berdampak langsung ke masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan Internet of Things (IoT) dalam FASTAN menjadi contoh konkret penerapan konsep universitas cerdas. Ia menyebut riset pertanian tidak cukup berhenti di laboratorium, tetapi harus hadir di lahan petani. Melalui FASTAN, UGM mendorong perubahan cara bertani yang lebih presisi dan adaptif. “Program ini menjadi bukti bahwa riset kampus tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi bisa langsung diterapkan di lapangan dan dirasakan manfaatnya oleh petani,” ujarnya.

Ketua Tim Peneliti FASTAN, Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa FASTAN dikembangkan sebagai riset kolaboratif yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, dan komunitas petani. Sistem greenhouse cerdas yang diterapkan mengintegrasikan otomasi nutrisi dan pemantauan lingkungan berbasis data. Hasil uji lapangan menunjukkan kualitas produksi melon yang lebih stabil dibandingkan metode konvensional. Salah satu indikatornya adalah tingkat kemanisan buah yang konsisten pada kisaran 13,5 brix. “FASTAN kami rancang sebagai sistem terintegrasi agar pengetahuan, teknologi, dan praktik budidaya berbasis data dapat ditransfer secara langsung dan mudah diadopsi oleh petani,” kata Yosephus.

Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menyampaikan harapannya agar FASTAN dapat menjadi model pengembangan pertanian berbasis inovasi di daerah. Ia menilai riset terapan seperti FASTAN penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, Kulon Progo memiliki potensi besar di sektor agro yang perlu diperkuat dengan dukungan teknologi. Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya ekosistem pertanian yang berkelanjutan. “Inovasi dari perguruan tinggi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, menjawab kebutuhan riil, dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani,” harap Agung.

Pelaksanaan panen raya di greenhouse FASTAN Bugel menjadi bukti penerapan teknologi pertanian cerdas di tingkat petani. Greenhouse tersebut dikelola oleh kelompok tani binaan yang telah mendapatkan pendampingan teknis dari tim FASTAN. Sistem budidaya memungkinkan pengendalian suhu, kelembaban, dan nutrisi tanaman secara terukur. Dengan pendekatan ini, produksi dapat berlangsung lebih stabil sepanjang tahun. Kegiatan panen juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani dan pemangku kepentingan.

Dekan Sekolah Vokasi UGM, Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM., ASEAN Eng., menyebut FASTAN sebagai contoh penelitian berdampak yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada pembangunan fasilitas, tetapi berlanjut pada penguatan kapasitas petani. Sekolah Vokasi berperan sebagai mitra yang terus memantau perkembangan dan permasalahan di lapangan. Pendekatan ini dilakukan agar program dapat berjalan mandiri dalam jangka panjang. “Penelitian harus tumbuh bersama masyarakat, menjawab kebutuhan nyata di lapangan, dan terus didampingi hingga masyarakat mampu menjalankannya secara mandiri,” katanya.

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa pengembangan FASTAN diarahkan menjadi pusat pelatihan pertanian cerdas. Model replikasi dilakukan dengan memilih kelompok masyarakat yang telah memiliki kesiapan awal atau embrio usaha. Dengan cara tersebut, pengembangan tidak dimulai dari nol dan peluang keberhasilannya lebih besar. Selain produksi, FASTAN juga membuka peluang nilai tambah melalui edukasi dan wisata berbasis pertanian. Konsep ini diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi petani dan komunitas sekitar.

Dari sisi kebijakan daerah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Muh. Aris Nugroho, S.T., M.T., menyatakan FASTAN masuk dalam program prioritas pengembangan pertanian cerdas. Pemerintah daerah menargetkan pengembangan hingga 70 unit greenhouse serupa di berbagai wilayah Kulon Progo. Pengembangan tersebut akan difokuskan pada kawasan strategis dan komoditas bernilai ekonomi tinggi. Selain melon, beberapa komoditas lain juga diproyeksikan untuk dikembangkan. “FASTAN menjadi bagian dari upaya kami membangun pertanian modern yang berdaya saing, adaptif terhadap teknologi, dan mampu meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Aris menjelaskan bahwa pendanaan FASTAN dilakukan melalui skema kolaboratif antara APBD, dukungan perguruan tinggi, serta potensi pembiayaan dari CSR dan dana lainnya. Sinergi ini dinilai penting agar program dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak petani. Pemerintah daerah juga mendorong FASTAN berfungsi sebagai pusat pelatihan dan replikasi. Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, FASTAN diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pertanian di Kulon Progo. Program ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab dalam memperkuat pertanian berbasis inovasi.

Penulis: Triya Andriyani

Foto: Donnie

Related Posts

UGM Gelar Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi

Berita Senin, 9 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026  – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026.  Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata.

UGM Optimalkan PIAT sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Skala Mikro di Kampus

Berita Rabu, 25 Februari 2026

Komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional semakin ditegaskan melalui arahan Presiden kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata.

DDR Madena, Alat Radiografi Digital Karya Dosen UGM Siap Bersaing di Pasaran

Berita Senin, 9 Februari 2026

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Citra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gede Bayu Suparta, bersama tim merasa bersyukur karena produk teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresensi Digital (RSFD) yang dirintis sejak tahun 1990 telah berhasil dipasarkan ke industri dan masyarakat.

RI Miliki 31.750 Flora dan 744 Ribu Fauna, UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

Berita Jumat, 6 Februari 2026

Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju