• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Hiliriset Dorongan Teknologi
    • Program Dana Padanan 2025
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant 2025
    • Portofolio MF and Prime Step
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

CEO Legal Clinic Bekali Mahasiswa Calon Startup

  • Berita, Slider
  • 7 Mei 2018, 02.05
  • Oleh :

Menjadi wirausahawan di bidang bisnis startup berbeda dengan bisnis konvensional perseorangan. Bisnis startup tidak selalu berkaitan dengan uang karena uang bukanlah segalanya, namun diperlukan strategi jitu untuk menumbuhkankembangkan perusahaan lewat aplikasi kreatif yang dihasilkan. Hal itu dikemukakan oleh CEO Startup Legal Clinic, Ivan Lalamentik, yang menyampaikan mentoring tentang Startup Legal and Intellectual Property kepada peserta program inkubasi Innovative Academy Batch 5, Sabtu (28/4), di Gedung Entrepreneurship Development Service (EDS) UGM, Asem Kranji, Sekip K7, Kampus UGM.

Ivan menuturkan untuk menjadikan perusahaan rintisan bisa bersaing juga diperkukan bakat orang di dalamnya dalam bidang teknik rekayasa serta kemampuan dalam menjalankan wirausaha. “Tahapan menjadi perusahaan startup dimulai dengan formasi para pendiri awal, modal bersama, konsep pendanan hingga bentuk bisnis yang dijalankan,” katanya.

Aspek hukum dan hak kekayaan intelektual dalam pendirian perusahaan startup perlu disiapkan oleh para pegiat bisnis digital ini. “Aspek legalitas pendirian perusahaan menjadi bagian penting,” katanya.

Tidak cukup dari aspek legalitas, imbuhnya, keberhasilan perusahaan startup bisa bertahan dan bersaing bergantung kemampuan para pendiri perusahaan untuk selalu berpikir dinamis, memiliki antusiasme pada konsep bisnis yang dijalankan, serta merespons perubahan dan perkembangan di masa depan dengan menyesuaikan aplikasi teknologi dengan bisnis yang sudah dipilih.

Ia pun memberikan beberapa tips untuk mendapat modal ventura atau pembiayaan dari pihak lain. Menurutnya, sebuah perusahaan rintisan harus mampu menggaet banyak orang dengan aplikasi yang dibuat dan kemampuan menjangkau semua orang. “Yang jadi tantangan adalah bukan hanya aplikasi yang dapat membantu semua orang, tapi bagaimana cara orang-orang tersebut dapat menghasilkan penghasilan dari aplikasi kita,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

UGM Gelar Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi

Berita Senin, 9 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026  – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026.  Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata.

UGM Optimalkan PIAT sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Skala Mikro di Kampus

Berita Rabu, 25 Februari 2026

Komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional semakin ditegaskan melalui arahan Presiden kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata.

DDR Madena, Alat Radiografi Digital Karya Dosen UGM Siap Bersaing di Pasaran

Berita Senin, 9 Februari 2026

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Citra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gede Bayu Suparta, bersama tim merasa bersyukur karena produk teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresensi Digital (RSFD) yang dirintis sejak tahun 1990 telah berhasil dipasarkan ke industri dan masyarakat.

RI Miliki 31.750 Flora dan 744 Ribu Fauna, UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

Berita Jumat, 6 Februari 2026

Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju