• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Hiliriset Dorongan Teknologi
    • Program Dana Padanan 2025
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant 2025
    • Portofolio MF and Prime Step
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

UGM Membangun Industri Kakao Terpadu di Kabupaten Batang

  • Berita, Slider
  • 16 Agustus 2017, 07.10
  • Oleh : admin

                          9227--730x420px 9226--730x420px

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian, Ir. Panggah Susanto, MM, meresmikan pembangunan Pusat Pengembangan Kompetensi Industri Kakao Terpadu di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (15/8).Pabrik yang dibangun di tengah kawasan perkebunan kakao milik UGM yang dikelola PT Pagilaran seluas 208 hektar ini dibangun untuk memanfaatkan potensi komoditas kakao di Indonesia serta menjawab kebutuhan pasar di dalam dan luar negeri.

“Potensi komoditas kita sesungguhnya sangat luar biasa, tapi belum terwujud menjadi penggerak ekonomi bangsa. Karena itu, melalui proyek ini, mari kita bersama-sama mewujudkannya,” ujar Panggah sebelum melakukan ground breaking pembangunan pabriik secara simbolis dengan membunyikan sirene.

Panggah menuturkan, kerja sama antara Kementerian Perindustrian dengan UGM untuk membangun proyek ini bermula dari kunjungan rektor UGM ke Menteri Perindustrian beberapa waktu yang lalu. Kementerian Perindustrian kemudian menyetujui proposal pengembangan industri kakao yang diajukan oleh UGM karena hal ini dipercaya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan nasional.

“Kami percaya kepada pengalaman serta komitmen PT Pagilaran untuk mengelola pabrik ini,” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Bupati Batang, H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., yang turut mendampingi Panggah dalam peresmian ini. Ia menyambut baik kerja sama ini sebagai salah satu sarana untuk mencapai target pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja baru serta membentuk 1000 wirausahawan baru.

“Harapannya akan ada kerja sama yang baik, dan ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa dan bermanfaat bukan hanya untuk riset tapi juga bagi masyarakat,” kata Wihaji.

Direktur PT Pagilaran, Dr. Ir. Rachmad Dunadi, M.Si., menuturkan rancangan pembangunan industri ini dicetuskan ketika melihat berbagai persoalan yang dihadapi oleh para petani kakao, khususnya terkait harga jual kakao di pasar yang dirasa kurang menguntungkan.

“Selama ini petani banyak menghadapi kendala harga di pasar. Maka, kami pikir andaikan bisa membangkitkan industri primer dan dikelola secara terpadu, harga bahan baku ini tidak lagi menjadi isu yang memojokkan petani dan yang membuat mereka tidak lagi tertarik untuk menanam kakao,” tuturnya.

Rachmad menambahkan, pabrik ini nantinya akan memproduksi berbagai produk olahan kakao seperti cocoa butter yang dapat menjadi komoditas ekspor. Dengan berdirinya industri ini, lanjutnya, diharapkan keinginan warga setempat untuk menanam kakao pun dapat kembali meningkat karena dapat dijual sebagai bahan baku industri yang akan dibangun.

“Mudah-mudahan jadi ada alasan kuat untuk membangkitkan kembali perkebunan rakyat. Kami akan menjadi pembeli utama dari produk biji kakao yang dihasilkan petani,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Dr. Paripurna, S.H., LL.M., menyatakan bahwa hal ini adalah wujud dari pentahelix atau kerja sama lintas lembaga dan lintas disiplin yang dituju oleh UGM, juga sebagai sarana hilirisasi hasil-hasil riset menjadi inovasi sosial yang mengiringi Indonesia di dalam kompetisi global.

“Sudah sejak lama UGM menginginkan suatu bentuk kerja sama pentahelix. Terima kasih kepada Direktur Pagilaran yang sudah mewujudkan hal tersebut,” ujar Paripurna.

Selain seremonial ground breaking, dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama tripartit antara UGM, Kementerian Perindustrian, serta Pemerintah Kabupaten Batang. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka jalan bagi upaya-upaya kerja sama strategis yang telah diawali di Pusat Pengembangan Industri Kakao sebagai model dari pembangunan pusat-pusat industri agribisnis lainnya. (Humas UGM/Gloria)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

UGM Gelar Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi

Berita Senin, 9 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026  – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026.  Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata.

UGM Optimalkan PIAT sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Skala Mikro di Kampus

Berita Rabu, 25 Februari 2026

Komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional semakin ditegaskan melalui arahan Presiden kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata.

DDR Madena, Alat Radiografi Digital Karya Dosen UGM Siap Bersaing di Pasaran

Berita Senin, 9 Februari 2026

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Citra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gede Bayu Suparta, bersama tim merasa bersyukur karena produk teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresensi Digital (RSFD) yang dirintis sejak tahun 1990 telah berhasil dipasarkan ke industri dan masyarakat.

RI Miliki 31.750 Flora dan 744 Ribu Fauna, UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

Berita Jumat, 6 Februari 2026

Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju