• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Hiliriset Dorongan Teknologi
    • Program Dana Padanan 2025
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant 2025
    • Portofolio MF and Prime Step
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

RI Miliki 31.750 Flora dan 744 Ribu Fauna, UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

  • Berita
  • 6 Februari 2026, 05.30
  • Oleh : roni_arifia

Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal. Kondisi ini menuntut pengelolaan biodiversitas yang terkoordinasi dan berkelanjutan. Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) nasional tentang pengelolaan biodiversitas, Sabtu (31/1), di ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM.

Diskusi FGD yang diinisiasi oleh Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI ini dihadiri oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., Wakil Kepala BRIN, Prof. Dr. Ir. Amarullah Oktavian, ST., MSc., DSD., ASN., dan para peneliti di UGM dan BRIN.

Amarullah Oktavian, mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 31.750 spesies tumbuhan dan sekitar 744.000 spesies fauna. Potensi besar tersebut, menurutnya, juga membawa risiko yang tidak kecil. Berdasarkan data Pusat Data Nasional Kekayaan Intelektual Komunal Kementerian Hukum, tercatat sekitar 8.483 sumber daya genetik dan 491 pengetahuan tradisional yang telah terdata. Jumlah tersebut dinilai masih sangat kecil dibandingkan dengan potensi biodiversitas Indonesia secara keseluruhan. “Mari kita pastikan setiap invensi berbasis sumber daya hayati Nusantara memperoleh perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Dewan Pengarah BRIN, Dr. Bambang Kesowo, S.H., LL.M., menekankan pentingnya pembaruan data yang komprehensif sebagai dasar komunikasi kebijakan kepada Presiden. Dengan data yang kuat, Presiden dapat memberikan arahan yang lebih jelas kepada jajaran pemerintah. “Data itu bisa diambil dari berbagai kasus, meskipun belum sempurna, tetapi menjadi bahan untuk terus diasah dan dievaluasi,” tuturnya.

Rektor UGM Ova Emilia berharap BRIN dapat berperan sebagai koordinator riset di tingkat nasional, khususnya antar perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi riset masih belum cukup erat dan cenderung bersifat kompetitif. “Seharusnya klaster itu berbasis keahlian, bukan sekadar label universitas. Jadi perlu direkatkan kembali dalam bentuk klaster berbasis konten dan expertise,” jelasnya.

Ova menegaskan UGM saat ini tengah mendorong ekosistem riset biodiversitas dan kemaritiman. Bersama BRIN, UGM menyatakan komitmennya dalam menyuarakan penguatan pusat-pusat riset nasional. “PR bangsa kita masih banyak. Ekosistem riset kita perlu diperkuat, termasuk infrastrukturnya yang saya kira masih ada yang tertinggal,” ungkapnya.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU., menyoroti pentingnya kejelasan fokus dalam pengelolaan biodiversitas. Ia mencontohkan bahwa universitas dan BRIN berperan pada riset, sedangkan tata kelola kawasan berada di kementerian terkait. “Dari sini terlihat bahwa topik pengelolaan biodiversitas perlu dipilah dan difokuskan,” jelasnya.

Soal penentuan skala prioritas juga disampaikan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. Ia mencontohkan pengelolaan komoditas unggulan peternakan di New Zealand. “Kita perlu menyepakati komoditas prioritas. Tantangannya, semua pihak merasa komoditasnya paling penting,” ujarnya.

Menurut Erwanto, hal tersebut menjadi kelemahan bangsa dalam menentukan prioritas unggulan untuk bersaing di tingkat internasional. Meski demikian, ia menekankan perlunya pengelompokan komoditas, mulai dari unggulan nasional, pelopor, perintis, hingga komoditas yang perlu dilindungi.

Dari perspektif budaya, Dekan FIB UGM, Prof. Dr. Setiadi, S.Sos., M.Si., menyoroti peran etnobotani dalam menjaga biodiversitas berbasis kekuatan lokal. Ia mencontohkan hasil kajian di Gunungkidul yang menunjukkan bahwa keberagaman hayati tetap terjaga karena didukung oleh tradisi pangan masyarakat. “Aspek food tradition terbukti berkontribusi besar dalam menjaga keragaman hayati,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko menuturkan tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu semata. Pengelolaan biodiversitas, lanjutnya, menuntut kolaborasi lintas disiplin dengan memahami praktik-praktik yang ada di lapangan. “Baik dalam konteks budaya pesisir, budaya maritim, maupun praktik pembudidayaan dan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya pengelolaan biodiversitas ke depan perlu diarahkan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional berbasis bioekonomi, kemandirian pangan, kesehatan, serta energi berbasis biodiversitas.

Penulis : Hanifah

Editor : Gusti Grehenson

Foto : Unsplash dan Hanifah

Related Posts

UGM Gelar Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi

Berita Senin, 9 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026  – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026.  Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata.

UGM Optimalkan PIAT sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Skala Mikro di Kampus

Berita Rabu, 25 Februari 2026

Komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional semakin ditegaskan melalui arahan Presiden kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata.

DDR Madena, Alat Radiografi Digital Karya Dosen UGM Siap Bersaing di Pasaran

Berita Senin, 9 Februari 2026

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Citra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gede Bayu Suparta, bersama tim merasa bersyukur karena produk teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresensi Digital (RSFD) yang dirintis sejak tahun 1990 telah berhasil dipasarkan ke industri dan masyarakat.

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Kunjungi UGM, Belajar Komersialisasi Riset dan Tata Kelola PTNBH

Berita Rabu, 4 Februari 2026

Yogyakarta – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Dr. Ir. Firman Arifin, S.T., M.T., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju