• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Hiliriset Dorongan Teknologi
    • Program Dana Padanan 2025
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant 2025
    • Portofolio MF and Prime Step
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

DDR Madena, Alat Radiografi Digital Karya Dosen UGM Siap Bersaing di Pasaran

  • Berita
  • 9 Februari 2026, 05.40
  • Oleh : roni_arifia

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Citra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gede Bayu Suparta, bersama tim merasa bersyukur karena produk teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresensi Digital (RSFD) yang dirintis sejak tahun 1990 telah berhasil dipasarkan ke industri dan masyarakat. Bahkan proses hilirisasi telah dilakukan melalui PT Madeena Karya Indonesia (PT Madeena) sejak tahun 2012 dan memperkenalkan produk DDR Madeena menggunakan teknologi RSFD di tahun 2021, kini telah memperoleh izin edar dari Kemenkes RI.

Bayu menjelaskan DDR Madeena dirancang untuk hadir sebagai alat medis utama di Indonesia yang seharusnya tersedia di semua Rumah Sakit, Klinik, hingga Puskesmas. DDR Madeena ini adalah alat medis untuk keperluan cek kesehatan dimana data yang dihasilkannya berupa citra (gambar) visual. Dengan hasil berbentuk citra visual, baik dokter, pasien dan keluarga pasien dapat secara objektif dan transparan memperoleh informasi status dan kondisi kesehatan pasien. “Keterbukaan informasi dari penyelenggara layanan kesehatan kepada pasien dan keluarga dan informasi yang diperoleh secara cepat akan sangat membantu proses penanganan pasien bila terindikasi mengalami suatu penyakit,” ujarnya di Kampus UGM, Senin (9/2) usai mengikuti Forum Medical Expo 2026 di GIK UGM.

Bayu mengaku bersyukur karena PT Madeena telah memiliki Izin Produksi Alkes (IPAK) dan sertifikat Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB). PT Madeena juga telah memperoleh surat Ijin Distribusi Alkes. Produk DDR Madeena (Medical Image Digitizer), dan juga telah mendapat sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 57,62 persen,Iapun menjelaskan Teknologi Radiografi Digital muncul dalam berbagai bentuk produk alat radiologi di rumah sakit. Alat radiologi tersebut dikategorikan sebagai alat penunjang medis, namun harganya relatif sangat mahal karena fitur-fitur canggih yang dilekatkan, dan alat radiologi umumnya hanya tersedia di rumah sakit dan digunakan untuk keperluan skrining medis, medical check-up (MCU), diagnostik dan terapi.

Disebutnya, alat radiologi selama ini pada umumnya didatangkan sebagai produk impor, sehingga investasi rumah sakit dan pemerintah menjadi sangat mahal, yang berdampak pada keterbatasan Pemerintah dalam pengadaan alat radiologi, dan juga berdampak pada biaya layanan radiologi yang mahal dan terbatas. Namun, alat radiologi seperti Radiografi Digital dan CTScan yang sebenarnya sangat canggih tetap saja dikategorikan sebagai alat penunjang medis dan sering digunakan sebagai pemanis promosi layanan suatu rumah sakit.

Kini, ia bersama tim peneliti patut berbangga dengan kehadiran DDR Madeena sebagai hasil karyanya. Alat ini telah menunjukkan kinerja alat yang setara, bahkan mungkin lebih canggih dibanding produk alat radiologi yang saat ini tersedia dan digunakan di Rumah Sakit. ““Kami punya harapan agar produk DDR Madeena berkontribusi memanfaatkan anggaran Rp 47 Triliun yang dianggarkan Pemerintah untuk cek kesehatan gratis (CKG). Karena dengan kepercayaan itu, produk DDR Madeena akan baik dan produk alkes penunjang CKG buatan Madeena yang baru akan bisa diwujudkan,” harapnya.

Ia menyampaikan bahwa DDR Madeena hadir sebagai solusi pipeline yang cerdas dari suatu layanan kesehatan yang terintegrasi dengan menambahkan fitur-fitur canggih standar Madeena yaitu adopsi fitur Digital Industry 4.0 yang canggih, new normal, mobile system, alat portable-transportable, dilengkapi DICOM, PACS, aplikasi teleradiologi, dan AI-based diagnostic.

Menggandeng  PT Madeena Karya Indonesia, hasil kajian mereka terhadap pengembangan  DDR Madeena berkesempatan turut dipamerkan dalam  forum Medical Expo 2026  selama dua hari, 6-7 Februari 2026 di Gedung Inovasi & Kreativitas Universitas Gadjah Mada. Baginya, pencapaian ini dapat menjadi template bagaimana seharusnya Perguruan Tinggi dan Pemerintah melalui Kementerian Dikti Saintek atau BRIN mengelola kekayaan intelektual yang dihasilkan para peneliti, para akademisi dan para mahasiswanya. Disebutnya bahwa kekayaan intelektual tidak hanya paten, tetapi juga ekuitas personal. “Bersama para mahasiswa di FMIPA Fisika UGM dan PT Madeena membuktikan bahwa riset yang berkelanjutan, konsisten, terarah, sangat fokus, dan berorientasi untuk memberi solusi atas masalah bangsa atau global pasti akan berhasil. Inovasi DDR Madeena adalah salah satu contoh keberhasilan hasil riset Perguruan Tinggi, khususnya sains Fisika, yang bisa go komersial,” tuturnya.

Melalui PT Madeena, pihaknya telah merintis pula kerjasama dengan perusahaan global seperti Oneness International Group, yang memiliki akses finansial dan supply and chain komponen, serta teknologi global terkini. Sebagai akademisi dan periset, ia secara sistematis melakukan kerjasama riset pengembangan teknologi dan produk bersama peneliti-peneliti dari universitas ternama dunia. Sebagai Peneliti, Gede Bayu Suparta ua terus melakukan riset dan pengembangan teknologi dengan menggandeng banyak pihak, khususnya melalui Oneness International Group pada tingkat global. “Buktinya, produk DDR Madeena buatan Indonesia kini diperkuat dengan layanan AI-based diagnostic yang dikembangkan bersama partner-partner global. Pengalaman dan kompetensi Madeena dalam pengembangan DDR Madeena, juga telah mendorong mempercepat kerjasama pengembangan produk Ultrasonografi (USG) berbasis AI,” paparnya.

Penulis : Agung Nugroho

Related Posts

UGM Gelar Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi

Berita Senin, 9 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026  – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026.  Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata.

UGM Optimalkan PIAT sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Skala Mikro di Kampus

Berita Rabu, 25 Februari 2026

Komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional semakin ditegaskan melalui arahan Presiden kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata.

RI Miliki 31.750 Flora dan 744 Ribu Fauna, UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

Berita Jumat, 6 Februari 2026

Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal.

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Kunjungi UGM, Belajar Komersialisasi Riset dan Tata Kelola PTNBH

Berita Rabu, 4 Februari 2026

Yogyakarta – Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) melakukan kunjungan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Dr. Ir. Firman Arifin, S.T., M.T., Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju