Yogyakarta, 6 Maret 2026 – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026. Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata. Program ini diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) dan Asian Development Bank (ADB) melalui Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP). Sosialisasi yang diselenggarakan daring melalui google meets ini menghadirkan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., Prof. Ir. Sang Kompiang Wirawan, S.T., M.T., Ph.D sebagai ketua IPMO UGM, serta Arief Sudarsono, ST., M.Eng. selaku Kepala Subdirektorat Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi UGM.

Dalam sambutannya, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menekankan bahwa tantangan dalam pengembangan inovasi bukan hanya pada proses penelitian melainkan juga pada kemampuan menghadirkan produk inovasi yang mampu bersaing di pasar. “Tantangan terbesar adalah market. Pengembangan inovasi membutuhkan endurance yang tinggi dan perjalanan yang panjang sehingga perlu roadmap yang jelas agar inovasi dapat berkembang dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia juga mendorong para dosen untuk memanfaatkan peluang pendanaan ini dengan mengajukan proposal inovasi yang siap dikembangkan bersama mitra.

Terdapat 4 bidang fokus yang menjadi tema payung dalam mengelompokkan target hilirisasi, yaitu kesehatan dan farmasi, agro industri, energi dan lingkungan, serta semikonduktor. Arief Sudarsono, S.T., M.Eng., selaku Kepala Subdirektorat Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi menekankan tidak ada dinding pemisah antara setiap klaster yang ada di UGM. “Proposal tidak akan menjadi stand-alone project, tetapi juga dikelola oleh Direktorat Pengembangan Usaha bersama internal UGM maupun mitra eksternal sehingga dapat mewujudkan kolaborasi pentahelix” ucapnya melalui platform daring. Terdapat dua skema hibah diluncurkan dalam Hibah Pengembangan Inovasi (HPI), yaitu Skema Scale Up dengan minimal TKT 6 dan Skema Preadoption dengan minimal TKT 8 dengan total pendanaan HPI Tahun 2026 sebesar 46 Miliar Rupiah.

Melalui program ini, UGM berharap inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti dapat terhubung dengan ekosistem yang lebih luas, mulai dari akademisi hingga pelaku industri dan masyarakat. Dengan demikian, hilirisasi inovasi diharapkan mampu menghasilkan solusi nyata bagi berbagai tantangan pembangunan sekaligus memperkuat peran UGM sebagai penggerak ekosistem inovasi nasional. Panduan, template kelengkapan dokumen dan recording sosialisasi program Hibah Pengembangan Inovasi Tahun 2026 dapat diakses melalui http://ugm.id/PanduanHPI2026. Pendaftaran dan submit proposal dilakukan melalui: http://ugm.id/PendaftaranHPI2026 mulai tanggal 3 Maret hingga 2 April 2026 pukul 23.59 WIB.