• Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DIREKTORAT PENGEMBANGAN USAHA
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Profil
    • Sambutan
  • Program
    • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
      • Kawasan UGM STP
      • Program Layanan Hilirisasi Inovasi
      • Layanan TTO
    • Pengelolaan dan Pembinaan Usaha
      • Layanan Pendampingan Badan Usaha UGM
    • Innovative Academy
    • Intellectual Property Management Office (IPMO)
  • Hibah/Grant
    • Hiliriset
      • Hiliriset Ajakan industri
      • Hiliriset Dorongan Teknologi
    • Program Dana Padanan 2025
    • Prime STeP
      • Hibah Pengembangan Inovasi
      • Startup Grant 2025
    • Portofolio MF and Prime Step
  • Produk
    • Agrokompleks Pangan
    • Art and Heritage
    • Alat Kesehatan dan Obat
    • MRTIK
  • Kerja Sama
    • Anak Usaha
    • Mitra
  • Berita
  • Kontak
  • Home
  • Berita

UGM Hilirisasi Pakan Hijauan Bernutrisi Tinggi dengan Harga Terjangkau

  • Berita
  • 17 Januari 2026, 04.55
  • Oleh : roni_arifia

Tim peneliti dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada meluncurkan produk pakan hijauan yang berproduksi dan bernutrisi tinggi dengan harga terjangkau dalam mendukung produktivtas ternak di tanah air. Melalui Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura (HMTP) melakukan produk inovasi riset berupa 3 produk pakan hijau untuk ternak yakni legume Alfalfa Tropik (Medicago sativa) dengan PVT nomor 929/PPVT/ 2021, rumput gajah (Penisetum purpureum)  dengan PVT nomor 889/PVHP/2020 dan Cikory (Cichorium intybus) masih dalam proses pengajuan PVT.

Prof Nafiatul Umami selaku anggota tim peneliti mengatakan produk riset yang dikembangkan di Lab HMTP lebih banyak pada pakan ruminansia. Namun begitu, phaknya juga melakukan riset untuk  pakan unggas. “Alfalfa Tropik dan Cikory tidak hanya bisa digunakan untuk ruminansia namun juga bisa untuk ternak unggas,”katanya, Kamis (15/1).

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA yang turut hadir menilai sistem produksi peternakan di Indonesia tidak efisien. Bahkan, menurutnya berbiaya tinggi karena bersifat insentif dengan pakan disediakan. Padahal sistem produksi ternak yang efisien adalah dengan cara digembalakan.

Ia berpandangan, Indonesia memang tidak memiliki kebijakan untuk dedicated land sebagai lahan penggembalaan seperti Australia. Meski begitu Indonesia memiliki berbagai jenis lahan yang berpeluang di jadikan lahan penggembalaan melalui sistem integrasi. “Integrasi sapi sawit, peluang lahannya lebih dari 15 juta ha dan jenis perkebunan lainnya dengan jenis ternak yang tepat, bahkan integrasi dengan ternak lebah. Laboratorium HMTP selain memiliki ahli integrasi ternak besar dengan perkebunan, juga memiliki ahli ternak lebah,” kata Bambang.

Reportase : Satria/ Humas Fakultas Peternakan UGM

Penulis     : Agung Nugroho

Foto          :  Dok. Fakultas Peternakan UGM

Related Posts

UGM Gelar Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi

Berita Senin, 9 Maret 2026

Yogyakarta, 6 Maret 2026  – Direktorat Pengembangan Usaha (DPU) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Pengembangan Inovasi pada Jumat, 6 Maret 2026.  Sosialisasi ini dilakukan untuk mendorong hilirisasi inovasi dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada menuju ekosistem industri dan dampak pada masyarakat secara nyata.

UGM Optimalkan PIAT sebagai Percontohan Pengelolaan Sampah Skala Mikro di Kampus

Berita Rabu, 25 Februari 2026

Komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional semakin ditegaskan melalui arahan Presiden kepada perguruan tinggi untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang aplikatif dan dapat diuji coba secara nyata.

DDR Madena, Alat Radiografi Digital Karya Dosen UGM Siap Bersaing di Pasaran

Berita Senin, 9 Februari 2026

Guru Besar bidang Ilmu Fisika Citra, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Gede Bayu Suparta, bersama tim merasa bersyukur karena produk teknologi Radiografi Sinar-x Fluoresensi Digital (RSFD) yang dirintis sejak tahun 1990 telah berhasil dipasarkan ke industri dan masyarakat.

RI Miliki 31.750 Flora dan 744 Ribu Fauna, UGM dan BRIN Dorong Penguatan Riset Biodiversitas

Berita Jumat, 6 Februari 2026

Indonesia dianugerahi kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa dan dikenal di kancah internasional sebagai mega biodiversity country. Namun, kekayaan tersebut menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari deforestasi, perubahan iklim, pencemaran lingkungan, hingga perdagangan satwa ilegal.

Universitas Gadjah Mada

Direktorat Pengembangan Usaha UGM

Kantor Pusat UGM, Sayap Selatan, Lantai 2,

Bulaksumur, Yogyakarta 55281

Telp: +62274 5573 66

HP: +62 813-8268-8709

HP: +62 821-3766-4774

Email: ditpui@ugm.ac.id

Tentang Kami

Program

  • Pengelolaan Kawasan Sains dan Teknologi
  • Pengembangan Usaha
  • Innovative Academy
  • Intellectual Property Management Office (IPMO)

Hibah/Grant

  • Matching Fund Program
  • Prime STeP

Lain-Lain

  • Produk
  • Kerja Sama
  • Berita
  • Kontak

© 2026 Direktorat Pengembangan Usaha Universitas Gadjah Mada

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju